Kategori : Business Plan
Tags : Kewirausahaan
Usaha Kuliner Warung Makan
Tradisional Nusantara
Usaha yang berlatar belakang
kuliner atau makanan memang tidak ada matinya, prospeknya akan terus meningkat
seiring banyaknya jumlah manusia.Usaha kuliner sendiri bisa di mulai dengan
modal yang kecil dan sedang.Peluang
usaha dapat ditemukan kapanpun dan dimanapun,
mungkin ungkapan tersebut dapat menggambarkan munculnya peluang bisnis makanan.Mengapa? Karena peluang bisnis makanan akan
selalu ada,selama manusia masih membutuhkan makan sebagai kebutuhan pokok
mereka.Bisa dibilang peluang bisnis makanan masih sangat tebuka lebar, minat
pasar yang luas dan variasi menu yang dapat dikembangkan memudahkan kita untuk
memulai usaha dibidang tersebut.
Disamping itu, bisnis
makanan juga merupakan contoh peluang bisnis yang
fleksibel.Karena bisnis tersebut dapat menyesuaikan besarnya modal yang Anda
miliki. Misalnya jika Anda memiliki modal kecil,Anda bisa mencoba bisnis makanan dari rumah dan menitipkan produk makanan Anda di
kantin sekolah ataupun warung – warung di lingkungan sekitar. Namun jika Anda
memiliki modal cukup besar,Anda dapat mencoba untuk membuka restoran.
Bisa
dibilang peluang bisnis makanan masih sangat tebuka lebar,minat pasar yang luas
dan variasi menu yang dapat dikembangkan memudahkan kita untuk memulai usaha
dibidang tersebut.Disamping itu, bisnis makanan juga merupakan contoh peluang
bisnis yang fleksibel.Karena bisnis tersebut dapat menyesuaikan besarnya modal
yang Anda miliki.
Konsumen
Usaha dalam bidang kuliner atau makanan
memang menjadi usaha yang paling mudah untuk di jalankan, tak heran apabila
usaha ini menjadi usaha yang paling banyak di geluti, entah itu oleh
profesional yang sudah memiliki banyak pengalaman maupun oleh pemula sekalipun.
Sasaran
pasar bisnis makanan sangatlah luas, dari mulai anak-anak hingga orang tua pun
bisa dijadikan sebagai sasaran pasar. Namun untuk mempermudah pemilahan
konsumen, saya memilih di pasar tradisional modern. Usaha ini membuka warung
makan dengan menyajikan berbagai menu di dalamnya dan juga menyajikan kuliner
gorengan,minuman nusantara . Sehingga bisnis makanan ini dapat membidik target
pasar atau konsumen dengan tepat.
Keuntungan Bisnis Kuliner
Nusantara
·
Menyediakan berbagai macam menu kuliner dari berbagai daerah dengan harga yang sangat terjangkau.
·
Kuliner menjadi salah satu hal yang menjanjikan bagi
perkembangan bisnis di seputar kita,baik dalam skala besar,menengah ataupun
usaha kecil-kecilan.Usaha kuliner dalam skala besar tentu saja akan membutuhkan
modal tak sedikit sehingga pendapatan yang diperoleh juga tak kecil,sebut saja
bisnis restoran. Dibawahnya ada usaha menengah yang bisa berupa warung makan
ataupun usaha katering.
·
High profit.Dalam
bidang usaha,jika kita mengelola produk makanan,maka keuntungan besar dapat
diraih selama kita adalah produsen pembuatnya.Jika anda perhatikan, rumah makan
selalu memiliki profit minimal 25% dari modal.Angka keuntungan ini sulit
terjadi jika anda hanya sebagai perantara atau jasa pemasaran saja.
·
Bisnis makanan
memiliki pelanggan tetap jika produk sudah dikenal lezat. Untuk urusan
kuliner “brand” lebih utama daripada harga.Artinya,jika produk anda sudah
dikenal dan dikenal paling lezat,maka pelanggan tidak akan berfikir soal harga
dan mencari pembandingnya.
·
Dengan menyediahkan
aneka kuliner,maka peluang produk makanan yang dijual dikenal luas oleh
kalangan masyarakat.
Kendala Bisnis Kuliner
Nusantara
1.
Kurang modal
Kurang modal seringkali menjadi kendala untuk buka usaha
jajanan gerobak. Akhirnya karena kurang modal atau tidak ada modal banyak yang
urung untuk buka usaha.Cara mengatasinya adalah dengan memaksimalkan alat-alat
rumah tangga sehinggga dapat mulai usaha dengan alat yang ada terlebih dahulu,
sehingga membutuhkan modal yang tidak besar.
2.
Tidak Bisa Memasak
Bila tidak bisa memasak tapi tahu rasa,tetap bisa
untuk buka usaha kuliner nusantara.Cara mengatasinya adalah ikut kursus dan
pelatihan memasak produk jajanan yang ingin dijual atau merekrut para pedagang
kuliner nusantara di daerah-daerah indonesia.
3.
Persaingan usaha yang
ketat
Semakin banyak usaha kuliner nusantara yang berdiri membuat
persaingan bisnis kuliner ini semakin ketat. Konsumen lebih memilih usaha
kuliner yang enak dan harganya terjangkau.Cara mengatasinya adalah dengan
meningkatkan kualitas rasa,pelayanan,memberikan harga yang bersaing dan
melakukan promosi yang tepat sehingga akan mendapatkan pelanggan lebih banyak.
4.
Belum mendapatkan
keuntungan usaha
Banyak pemilik usaha mengeluh karena belum mendapatkan
keuntungan yang diinginkan bahkan banyak yang memvonis usahanya rugi karena
belum bisa untung besar.Cara mengatasinya adalah dengan mengadakan
evaluasi usaha, koreksi kekurangan-kekurangan pada usaha seperti rasa yang
kurang enak,harga yang terlalu mahal,lokasi yang kurang strategis dan
sebagainya.Setelah menemukan kekurangan pada usaha perbaiki dan terus mencoba
langkah perbaikan sehingga usaha dapat berkembang maju.
5.
Kenaikan harga bahan
baku masakan
Masalah kenaikan harga kerap kali jadi hambatan bagi
usaha jajanan gerobak karena apabila ikut menaikkan harga dikhawatirkan terlalu
mahal dan tidak terjangkau sehingga dapat mengurangi pelanggan.Cara
mengatasinya adalah dengan membuat paket-paket hemat dan ekonomis dengan
mengurangi sedikit porsi makanan tapi tidak mengurangi kualitas rasa. Atau
tidak dapat mengelak untuk menaikkan harga tetapi benar-benar diperhitungkan
agar tidak terlalu mahal pasti konsumen akan tetap memaklumi kalau harga
jajanan Anda naik sedikit.
Tips Sukses dan Strategi
Besarnya keuntungan yang diperoleh dari bisnis
makanan,menjadikan bisnis tersebut memiliki banyak pesaing.Untuk itu harus
memiliki strategi khusus untuk menjalankan bisnis makanan. Banyaknya tingkat
persaingan dalam bisnis kuliner cukup tinggi,sehingga perlu mental
yang kuat sebelum terjun ke usaha ini,selain itu usaha kuliner rawan sekali
gulung tikar,perlu perencanaan yang matang dan strategi yang benar.
·
Lokasi Usaha
Lokasi menjadi kunci utama sukses tidaknya usaha anda,
dengan lokasi yang strategis maka warung makan anda akan mudah menemukan banyak
pelanggan.Contoh lokasi yang paling strategis ialah dekat jalan raya, dekat
pasar/pertokoan dan dan dekat keramaian.
·
Lakukan Riset
Riset sangat perlu di lakukan sebelum memulai
usaha kuliner,kita bisa melakukan riset seperti mencari tahu jenis makanan apa
yang paling di sukai orang,makanan apa yang belum terjual di sekitar lokasi
usaha anda dan lain sebagainya.
·
Terapkan Hasil Riset
Apabila kita sudah melakukan riset maka selanjutnya
yang harus kita lakukan ialah menerapkan hasil dari riset tersebut ke dalam
usaha.Misalnya saja apabila di daerah tersebut hanya berfokus satu menu saja
kuliner saja, namun hingga sekarang belum ada warung makan yang menjual kuliner
nusantara,nah dengan demikian kita bisa memulai usaha kuliner warung makan
nusantara.
·
Tentukan Harga
Apabila kita membuka usaha di lokasi dengan
persaiangan usaha kuliner yang tinggi maka kits harus pintar dalam menentukan
harga dari setiap makanan yang kita jual. Usahakan menjual makanan dengan harga
yang lebih murah namun dengan cita rasa yang lebih baik.
·
Pelajari Kesuksesan
Pesaing
Apabila kita seorang yang acuh dengan kesuksesan orang
lain maka buanglah sikap acuh tersebut.Mulai sekarang kita harus berani
mempelajari apa yang membuat pesaing anda sukses,mulai dari lokasi,tempat
usaha,pelayan,kebersihan dan juga harga jualnya.Dengan mempelajari itu semua
minimal kita bisa memetik nilai positif yang bisa anda terapkan ke usaha
kuliner anda.
·
Fasilitas Yang Baik
Sebuah warung makan/restoran di katakan baik apabila
memiliki fasilitas yang menunjang kepuasan pelanggan.Fasilitas seperti sound
system musik klasik ataupun modern,kipas angin,meja dan kursi yang baik akan
membuat pelanggan nyaman berlama-lama di tempat kita.
·
Utamakan Kepuasan
Pelanggan
Banyak hal yang bisa kita lakukan agar pelanggan merasa
puas makan di tempat kita, apabila pelanggan sudah puas dengan peyanan yang
kita berikan maka tidak menutup kemungkinan di hari esok pelanggan akan
berkunjung kembali dan menjadi pelangga tetap.
·
Jaga Kebersihan
Tempat Usaha
Berbeda
dengan usaha lain,usaha kuliner menuntut kebersihan dari segala aspek mulai
dari makanan di buat,disajikan kepada pelanggan hingga sisa-sisa makanan itu
sendiri.Pastikan kebersihan menjadi prioritas di tempat anda,berikan arahan
kepada bawahan anda untuk menjaga kebersihan.
·
Buat Jam Opreasional
Tetap
Pelanggan lebih menyukai warung makan yang memiliki
jam buka-tutup yang tetap,karena pelanggan tahu kapan bisa makan di warung
makan tersebut tanpa harus kecewa dan pulang karena warung makan tutup.Jadi
buatlah jam operasional yang tetap dan patenkan, semua demi kemajuan usaha
anda.
·
Lakukan Peningkatan
dan Jangan Lupa Promosi
Apabila warung makan kita sudah mengalami peningkatan
dari segi pengunjung maka kita harus melakukan peningkatan seperti memperbesar
lokasi usaha,membuka cabang baru dan juga menambah variasai makanan.Jangan lupa
juga untuk menambah jumlah karyawan agar tidak kwalahan. Dan yang terpenting
lakukan promosi baik melalui cara sederhana seperti membagikan brosur,memberi
potongan harga atau bahkan melalui jejaring sosial.
Semakin enak rasa makanan
yang disajikan, keramahan pelayanan yang diberikan, kenyamanan tempat makan,
serta strategi pemasaran yang
tepat menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis makanan
Analisa Ekonomi
Asumsi
Ada 4 Ruko
Modal
Awal
Sewa Ruko/Tahun Rp.
4.000.000,00
Fasilitas Rp. 8.000.000,00
Peralatan Produksi Rp. 4.000.000,00
Biaya Operasional Rp.13.450.000,00
Jumlah Rp.29.450.000,00
Pengeluaran
per bulan
Biaya bahan
Bahan Baku makanan Rp.15.000.000,00
Bahan baku minuman Rp. 1.200.000,00
Jumlah Rp.16.200.000,00
Biaya
Operasional
Biaya tenaga kerja (8
orang x Rp.1.000.000,00) Rp. 8.000.000,00
Bahan bakar Rp. 2.000.000,00
Tagihan listrik dan air Rp. 500.000,00
Peralatan
pelengkap lain Rp.
1.350.000,00
Biaya
Transportasi Rp.
1.600.000,00
Jumlah Rp.13.450.000,00
Omset per tahun
(2.000
porsi per tahun x Rp 14.000,00/20 menu) Rp.560.000.000,00
Omset
per bulan Rp. 46.000.000,00
Laba bersih per bulan
Pendapatan-biaya
bahan-biaya operasional
Rp. 46.000.000,00- Rp.16.200.000,00- Rp.13.450.000,00
= Rp.16.350.000,00
Return of investmen(ROI)
modal awal : laba bersih per bulan ±
1,8 bulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar