Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Kamis, 28 Mei 2015

Wawancara dengan Wirausahawan

Dari Pelepah Pisang Menjadi Duta Kerajinan    Tangerang Selatan

Pelepah pisang yang kelihatannya tak berguna dan tak bermanfaat bisa disulap menjadi sebuah tas yang cantik. Kerajinan tangan warga Komplek Pondok Pucung II, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel. Sudah menembus pusat perbelanjaan skala besar , bahkan sampai ke Belanda dan Jamaika. Saya pun baru tahu ternyata beliau adalah tetangga satu blok dari rumah kakek saya. Lewat kreasinya ini Sebuah pelepah pisang disulap menjadi sebuah barang yang berharga dan menghasilkan nilai jual yang tinggi . Namanya Bapak Achsin Musoffar, Pria kelahiran Lamongan tahun 1949 ini mengaku bisnis yang ia geluti berawal saat ia melihat banyaknya pelepah pisang yang tidak terpakai dan terbuang dengan percuma . Awalnya pohon pisang di depan rumahnya sering ditebang, bapak Achsin berpikir pohon pisang ini menganggu pemandangan dan membuat sampah saat daun dan pelepahnya sudah layu.



Suatu hari ada hal yang menggugah pikirannya , “bisa gak ya bikin kreasi lewat pelepah pisang ini “, dalam hatinya . Maka suatu hari bapak Achsin memberanikan mengembangkan  kegunaan pelepah pisang untuk mencoba membuat kreativitas “ Tas dan Dompet “dari pelepah pisang. Sebelumnya Bapak Achsin mengaku tas cantik yang ia buat saat ini adalah hasil dari kegagalan saat pertama beliau membuat tas tersebut. Pembuatan kreativitas pelepah pisang ini dibuat oleh beliau sejak tahun 1995 . Awalnya dia tak tertarik dengan pengolahan pelepah pisang menjadi tas karena banyak hambatan yang dihadapinya pada saat merintis usaha itu.Masalah dari tenaga kerja, pembelajaran, pelatihan produksi ,sampai kepada melatih pasar (test market).

Untuk bahan baku pembuatan tas atau dompet dipilih dari jenis pohon pisang batu,pohon pisang raja serah ,dan pohon pisang mas. Proses menjadikan pelepah pisang menjadi bahan baku pembuatan tas atau dompet tidak rumit dan  juga tidak mudah. Proses pengolahannya pun memakan waktu sepekan (seminggu). Hal ini dikarenakan pengaruh panas matahari mempengaruhi kualitas pelepah pisang.

Proses pembuatan diawali dengan penjemuran pelepah pisang secara keseluruan (seluruh lapisan mulai dari lapisan satu hingga lapisan kelima).Lama penjemuran selama lima hari.Tujuan dari penjemuran agar warna pisangyang berwarna hijau dan penuh air itu akan menjadi kering sama sekali karena kadar air pelepah pisang berkurang.Juga warna teksturnya berubah dari warna hijau menjadi warna cream.
Kemudian menguliti lapisan pelepah pisang itu mudah, harus dijaga kelembabannya. Cara agar kelembabannya terjaga, dengan mengelap handuk yang diberikan air.Serat-serat dari pelapis itu akan terbuka sedikit demi sedikit, mulai dari 4 cm hingga selanjutnya mengikuti dari panjangnya lapisan itu.Perlu ketelatenan, kesabaran, dalam pembukaan lapisan itu, jangan sampai robek, dan fungsinya tetap lembut.

Selanjutnya membuat pola . Pola tas, atau dompet itu berbentuk kotak sesuai dengan ukuran tas dan dompet yang diinginkan. Untuk ukuran yang tanggung , ukuran dasar 7.6 x 2.8cm dan ukuran penegak7.5. x 7.5 cm Lalu lapisan pelepah itu dipotong mengikuti pola. Selanjutnya dilapisi kertas karton menggunakan bahan perekat lem agar produk itu dapat bertahan lama. Terakhir dibuatkan puring untuk dijahit dan dipasang resleting.Satu tas biasanya membutuhkan antara 10-15 kelopak pelepah pisang.Seni menempel itu dimanfaatkan untuk tata warna.
Ini adalah hasil dari kerajinan tangan pelepah pisang tersebut :


           
Untuk pemasaran pertama show room yang digunakan adalah rumahnya. Kemudian pemasaran merambah ke pusat perbelanjaan ibu kota seperti Sarinah Thamrin, Blok M Plaza , Pasaraya. Kemudian beliau mencoba memasarkan dikota sendiri ,yaitu tangerang selatan seperti di Plaza Bintaro,Lotte Mall Bintaro,dan WTC Matahari Mall Serpong. Pemasarannya mulai merambah ke luar negeri saat ada seorang eksportir yang bermukim di Bintaro untuk memasarkan kerajinan tas serta dompet pelepah pisang ke jamaika dan Jepang.

Ditunjuk Sebagai Duta Kerajinan Tangan Tangsel

Dari niat untuk sekedar mencoba usah akhirnya meraih keberhasilan bahkan berprestasi membanggakan bagi Kota Tangsel. Bapak dua anak ini mendapatkan Predikat sebagai  duta kerajinan tangan kota Tangsel . 
Kesempatan menjadi Duta kerajinan tangan  membawa peluang untuk memasarkan ke daerah-daerah di Indonesia. Salah satunya, kala menjadi duta Kota Tangsel ke Batam, Kepulauan Riau. Dari Tangsel beliau dikirim untuk berbicara serta mengadakan pameran di Batam ,Kepulauan Riau. Beliau menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan itu  yang diadakan Pemkot Tangsel, membantu masyarakat mau belajar dan produksi tas pelepah pisang.

            Beliau berpesan,” Alam itu baik telah menyediahkan apa yang dibutuhkan oleh makhluk hidup khususnya manusia.Gunakanlah dan manfaatkan segala yang ada didalam,ubahlah dengan berkreativitas untuk menghasilkan sesuatu barang yang berkualitas. Dan yang ingin mencoba berwirausaha jangan takut, menjadi wiraswasta mempunyai sensasii tersendiri”. Papar beliau


Referensi wawancara langsung dengan Bapak Achsin Mudoffar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar