Strategi
Bisnis
Konsep
Strategi Bisnis
Pada dasarnya strategi merupakan berbagai tahapan dari jawaban yang optimal
terhadap tantangan-tantangan baru yang mungkin dihadapi, baik sebagai akibat
dari langkah sebelumnya maupun karena adanya tekanan dari luar. Keseluruhan
dari proses tersebut berada dalam suatu arah tujuan yang telah ditetapkan.
Menyusun strategi berarti mencari jalan bagaimana mencapai hasil yang ditargetkan sesuai dengan visi dan misi di dalam situasi organisasi dan prospek yang dihadapi. Strategi ini adalah jalan untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk mencapai posisi yang strategis.
1. Konsep
terdiri dari :
a) Gagasana
b) Ide
c) Produk
subjektif
2. Strategi merupakan pendekatan
yang mengarah pada pelaksanaan gagasan.
3.
Bisnis,sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan . Suatu Aktivitas yang menjual barang atau jasa kepada konsumen yang bertujuan untuk mendapatkan laba
Bisnis,sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan . Suatu Aktivitas yang menjual barang atau jasa kepada konsumen yang bertujuan untuk mendapatkan laba
4. Kewirausahaan
No.4 tahun 1995 : semangat , sikap , perilaku serta kemampuan seseorang untuk
menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya kerja , teknologi dan
produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan
yang lebih baik dan keuntungan yang lebih bes
5. Hubungan
Bisnis dan Kewirausahaan
-Bisnis
: Aktivitas yang bertujuan mencari keuntungan
-Kewirausahaan
:
1.Psikis
( sikap mental )
2.Semangat
kerja
3.Kreativitas
-Bisnis
bisa “Survive “ jika ditopang dengan semangat kewirausahaan
6. Manajemen
Bisnis
Manajemen
dapat diartikan sebagai proses dari perencanaan , pengorganisasian ,
pelaksanaan , dan pengendalian untuk mencapai tujuan tertentu.
Fungsi manajemen
1.Planning
2.Organizing
3.Actuating
4.Controling
7. Ragam Usaha adalah berbagai macam
usaha atau dapat diartikan sebagai bentuk-bentuk usaha yang dapat kita jadikan
pilihan sebagai usaha yang menjanjikan
8. Faktor
yang berpengaruh pada bisnis
a) Faktor
internal ( psikis,etos kerja,passion dll)
b) Faktor
Eksternal ( market,pesaing,harga barang/bahan baku)
Teori
Strategi Bisnis
Persaingan
bisnis yang semakin ketat dewasa ini menuntut pihak manajemen suatu perusahaan
untuk menggunakan strategi pemasaran yang tepat bagi produk atau jasa layanan
yang dijualnya. Pihak perusahaan harus mengamati kondisi persaingan bisnis yang
selalu berkembang atau berubah setiap saatnya. Strategi pemasaran merupakan
pernyataan (baik secara implisit maupun eksplisit) mengenai bagaimana suatu
merek atau lini produk mencapai tujuannya (Bennet dan Cooper, 1998:76).
Pada dasarnya strategi merupakan berbagai tahapan dari
jawaban yang optimal terhadap tantangan-tantangan baru yang mungkin dihadapi,
baik sebagai akibat dari langkah sebelumnya maupun karena adanya tekanan dari
luar. Keseluruhan dari proses tersebut berada dalam suatu arah tujuan yang
telah ditetapkan oleh perusahaan dari awal.
Dengan
manajemen strategi yang baik, maka perencanaan strategi atau pemimpin
perusahaan akan berpikir dan memandang perusahaan secara keseluruhan, sehingga
akan cepat dan mudah bagi pemimpin untuk mengidentifikasi masalah-masalah
strategi yang muncul. Menyusun strategi berarti mencari jalan bagaimana
mencapai hasil yang ditargetkan sesuai dengan visi dan misi di dalam situasi
organisasi dan prospek yang dihadapi. Strategi ini adalah jalan untuk mencapai
tujuan tertentu dan untuk mencapai posisi yang strategis.
1.Pengertian
Strategi
Berikut
ini dijelaskan beberapa definisi strategi menurut beberapa ahli yaitu sebagai
berikut:
Definisi strategi menurut Jain (1990) seperti yang
dikutip oleh Tjiptono (2002:6) adalah sebagai berikut:
“Strategi
menggambarkan arah bisnis yang mengikuti lingkungan yang dipilih dan merupakan
pedoman untuk mengalokasikan sumber daya dan usaha suatu organisasi”.
Definisi strategi menurut Kotler (2008:25) adalah
sebagai berikut:
“ Strategi adalah proses manajerial untuk
mengembangkan dan menjaga keserasian antara tujuan perusahaan, sumber daya
perusahaan, dan peluang pasar yang terus berubah, dengan tujuan untuk membentuk
dan menyesuaikan usaha perusahaan dan produk yang dihasilkan sehingga bisa
mencapai keuntungan dan tingkat pertumbuhan yang menguntungkan”.
Definisi strategi menurut Wheelen dan Hunger
(2000:20) adalah sebagai berikut:
“A strategy of a corporation forms a
comprehensive mater plan stating how the corporation will achieve its mission
and objectives”.
Berdasarkan beberapa pengertian atau definisi
strategi di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan alat untuk
mencapai tujuan perusahaan dengan memperhatikan faktor-faktor perubahan
lingkungan baik eksternal maupun internal karena sangat menentukan kekuatan dan
kelemahan perusahaan, sehingga dapat disusun strategi untuk mencapai keunggulan
kompetitif perusahaan.
2.Tingkatan
Strategi
Secara
umum Tjiptono (2002:4) mengemukakan ada tiga tingkatan strategi, yaitu strategi
level korporasi, strategi level bisnis, dan strategi level fungsional.
1.
Strategi
tingkat korporasi
Strategi tingkat korporasi dirumuskan
oleh manajemen puncak yang mengatur kegiatan dan operasi organisasi yang
memiliki lini atau unit bisnis lebih dari satu. Dalam mengembangkan sasaran
level korporasi, setiap perusahaan perlu menentukan salah satu dari beberapa
alternatif berikut:
a. Kedudukan dalam pasar
b. Inovasi
c. Produktivitas
d.
Sumber daya fisik dan finansial
e.
Profitabilitas
f.
Prestasi dan pengembnagan manajerial
g.
Prestasi dan sikap karyawan
h.
Tanggungjawab sosial
2.
Strategi
tingkat bisnis
Strategi tingkat bisnis lebih
dirahkan pada pengelolaan kegiatan operasi suatu bisnis tertentu. Pada dasarnya
strategi level unit bisnis bisa berupaya menentukan pendekatan yang sebaiknya
digunakan oleh suatu bisnis terhadap pasarnya dan bagaimana melaksanakan
pendekatan 12 tersebut dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan dalam
kondisi pasar tertentu.
3.
Strategi
tingkat fungsional
Strategi level fungsional merupakan
strategi dalam kerangka fungsifungsi manajemen (secara tradisional terdiri atas
riset dan pengembangan, keuangan, produksi dan operasi, pemasaran,
personalia/sumber daya manusia) yang dapat mendukung strategi level unit bisnis.
Ketiga level strategi tersebut
menurut Wheelen dan Hunger (2003:32) membentuk suatu hirarki dalam perusahaan :
Hirarki
Strategi
a) Corporate
Strategy
b) Functional
Strategy
c) Business
Strategy
Model
hirarki yang ditunjukkan di atas menggambarkan pengelompokan tipe strategi tiap
level dalam organisasi. Tiap-tiap tipe strategi tersebut saling mendukung. Jadi
strategi fungsional mendukung strategi bisnis dan strategi korporat.
Perencanaan strategi pada level yang lebih rendah dibatasi oleh perencanaan
strategi dari level yang lebih tinggi.
3.Pengertian Strategi
Bisnis
Semua perusahaan pasti membutuhkan strategi
bisnis apabila usaha atau perusahaan mereka ingin tetap tumbuh dan bertahan
dalam situasi persaingan dunia global yang semakin hebat seperti saat ini.
Perusahaan menggunakan strategi bisnis untuk menggarisbawahi langkah pokok yang
mereka rencanakan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Seperti yang
dijelaskan sebelumnya bahwa secara umum terdapat tiga tingkatan strategi, yaitu
strategi level korporasi, strategi level bisnis dan strategi level fungsional.
Definisi strategi bisnis menurut Thomas (1990), Wheelen dan Hunger (2003:35)
adalah sebagai sebagai berikut:
Business
strategy usually occurs at the businessunit or product level, and it emphasizes
improvement of the competitive position of a corporation’s products or services
in the spesific industry or market segment served by that business unit.
4.
Macam-Macam
Strategi
Strategi Generik Pada dasarnya setiap
perusahaan mempunyai strategi dalam berusaha. Dalam mengkaji strategi
perusahaan, perlu diketahui bahwa bentuk strategi akan berbeda-beda antar
industri, antar perusahaan, bahkan antar situasi. Namun ada sejumlah strategi
yang umum dan dapat diterapkan pada berbagai bentuk dan ukuran perusahaan.
Strategi-strategi ini dikelompokkan kedalam Strategi Generik. Pengertiannya
adalah suatu pendekatan strategi perusahaan dalam rangka mengungguli pesaing
dalam industri sejenis. Dalam praktek, setelah perusahaan mengetahui strategi
generiknya, untuk implementasinya akan ditindaklanjuti dengan langkah penentuan
strategi yang lebih operasional.
Berikut ini akan disajikan paparan
model Strategi Generik menurut Wheelen dan Hunger (2003) serta David (2002).
1.
Strategi
Generik dari Wheelen dan Hunger
Untuk
menjelaskan tentang strategi, Wheelen dan Hunger (2003:35) menggunakan konsep
dari General Electric. General Electric menyatakan bahwa pada prinsipnya
strategi generik dibagi atas tiga macam, yaitu:
a.
Strategi
Stabillitas (stability).
Pada prinsipnya strategi ini menekankan pada
tidak bertambahnya produk, pasar, dan fungsi-fungsi perusahaan lain karena
perusahaan berusaha untuk meningkatkan efisiensi di segala bidang dalam rangka
meningkatkan kinerja dan keuntungan. Strategi ini resikonya relatif rendah dan
biasanya dilakukan untuk produk yang tengah berada pada posisi kedewasaan
(mature)
b.
Strategi
Ekspansi (expansion).
Strategi ini menekankan pada
penambahan atau perluasan produk, pasar dan fungsi-fungsi perusahaan lainnya,
sehingga aktivitas perusahaan meningkat. Tetapi selain keuntungan yang ingin
diraih lebih besar, strategi ini juga mengandung resiko kegagalan yang tidak
kecil.
c.
Strategi
Penciutan (retrenchment).
Pada prinsipnya strategi ini
dimaksudkan untuk melakukan pengurangan atas produk yang dihasilkan atau
pengurangan atas pasar maupun fungsi-fungsi dalam perusahaan, khususnya yang
mempunyai cash flow negative. Strategi ini biasanya diterapkan pada bisnis yang
15 berada pada tahap menurun (decline). Penciutan ini dapat terjadi karena
sumber daya yang perlu diciutkan itu lebih baik dikerahkan, misalnya untuk
usaha lain yang sedang berkembang.
2.
Strategi
Generik dari Fred R. David
Menurut
David (2002:17), pada prinsipnya strategi generik dapat dikelompokkan menjadi
empat, yaitu:
a. Strategi
Integrasi Vertikal (integration vertical strategy).
Strategi ini menghendaki agar perusahaan melakukan pengawasan yang lebih
terhadap distributor, pemasok, dan atau para pesaingnya, misalnya melalui
merger, akuisisi, atau membuat perusahaan sendiri.
b.
Strategi Intensif (intensive strategy). Strategi ini
memerlukan usaha-usaha yang intensif untuk meningkatkan posisi persaingan
perusahaan melalui produk yang ada.
c.
Strategi
Diversifikasi (diversification strategy). Strategi ini dimaksudkan
untuk untuk menambah produk-produk baru. Strategi ini kurang populer, paling
tidak ditinjau dari sisi tingginya tingkat kesulitan manajemen dalam
mengendalikan aktivitas perusahaan yang berbeda-beda.
d. Strategi Bertahan (defensive strategy).
Strategi ini bermaksud agar perusahaan melakukan tindakan-tindakan penyelamatan
agar terlepas dari kerugian yang lebih besar, yang pada ujungnya akan membawa
perusahaan pada kebangkrutan.
3. Strategi Utama (Grand Strategy) Strategi
Utama (grand strategy) merupakan strategi yang lebih operasional yang merupakan
tindak lanjut dari strategi generik. Paparannya akan dijelaskan sebagai
berikut:
3.1 Strategi Utama dari Wheelen dan Hunger Jabaran strategi utama dari strategi generik versi Wheelen-Hunger (2003:35) yang menggunakan konsep dari GE ini dapat dilihat melalui Gambar 2.2 di bawah ini:
a. Kelompok Strategi Pertumbuhan .Strategi
generik pertumbuhan memiliki dua strategi utama. Setiap jenis strategi utamanya
masing-masing terdiri atas dua macam, yaitu strategi pertumbuhan konsentrasi
dan strategi pertumbuhan diservikasi.
b. Strategi Pertumbuhan Konsentrasi.
Merupakan strategi di mana perusahaan berkonsentrasi dan bertumbuh kembang pada
semua atau hampir semua sumber daya yang sejenis. Strategi ini memiliki dua
cara, yaitu:
a) Horizontal. Dari
sisi internal, hendaknya segmen pasar diperluas untuk mengurangi potensi
persaingan, sehingga skala ekonomi menjadi lebih besar. Dari sisi eksternal,
perusahaan dapat melakukan akuisisi atau joint-venture dengan perusahaan lain
pada industri yang sama.
b) Vertikal.
Strategi ini dapat dilakukan dengan cara mengambil alih fungsi yang sebelumnya
disediakan oleh pemasok (backward integration) atau distributor (forward
integration). Dengan kata lain, terdapat satu atau lebih bisnis yang selama ini
disediakan oleh perusahaan lain.
Pada kedua strategi ini dapat dilakukan
pendekatan internal dan eksternal. Pendekatan internal adalah dengan cara
mengembangkan anak perusahaan yang baru untuk memasok bahan baku dan bahan
setengah jadi untuk kebutuhan produk maupun jasa. Pendekatan eksternal adalah
dengan cara membeli perusahaan baru baik dengan cara akuisisi, merger, ataupun
jointventure yang bertujuan memasok kebutuhan barang untuk bisnis pelanggan
mereka.
3.2 Strategi Pertumbuhan Diversifikasi.
Strategi ini menuntut perusahaan untuk
tumbuh dengan cara menambahkan produk atau divisi yang berbeda dengan produk
atau divisi yang telah ada. Strategi ini terdiri dari dua cara, yaitu terpusat
(konsentrasi) atau konglomerasi baik secara internal maupun eksternal. Jika
dilaksanakan dengan cara internal, hal ini dapat dilakukan melalui perkembangan
produk baru.
Tetapi jika denga cara eksternal dilakukan
dengan cara akuisisi. Sasaran dan pertumbuhan produk untuk menjaga pangsa
pasar, mengurangi persaingan, menekan biaya dan meningkatkan keuntungan.
Strategi pertumbuhan ini dibagi menjadi dua cara, yaitu:
a. Terpusat.
Melakukan penambahan produk atau divisi yang sudah ada pada perusahaan
sebelumnya, dilakukan dengan cara yang masih sama dengan produk atau jasa yang
sudah ada.
b. Konglomerasi.
Melakukan penambahan produk atau divisi yang tidak ada hubungannya dengan lini
produk atau jasa yang telah dimiliki sebelumnya.
3.3 Kelompok Strategi Stabilitas (Stability)
Strategi generik stabilitas adalah strategi
yang paling sesuai bagi perusahaan yang berhasil pada industri dengan daya
tarik industri medium. Ada empat bentuk strategi utamanya, yaitu:
1) Strategi
Istirahat (Pause Strategy). Strategi ini tepat
dilakukan sebagai strategi sementara agar perusahaan dapat mengkonsolidasikan
sumber daya yang ada setelah menghadapi pertumbuhan cepat.
2) Strategi
Waspada (Proceed with Caution Strategy). Perusahaan
tetap menjalankan usahanya dengan hati-hati karena adanya faktor-faktor penting
yang berubah pada lingkungan eksternal, seperti peraturan dari pemerintah.
3) Strategi
Tanpa Perubahan (No Change Strategy). Pada strategi
ini perusahaan tidak perlu melakukan perubahanperubahan yang berarti. Di sini
perusahaan tetap melakukan usaha-usaha yang sedang dijalankan, dan hanya
melakukan sedikit penyesuaian misalnya karena terjadi inflasi.
4) Strategi
Laba (Profit Strategy). Strategi ini lebih mengutamakan
keuntungan saat ini walau memiliki resiko besar dengan mengorbankan pertumbuhan
masa depan. Hasilnya sering kali adalah kesuksesan jangka panjang.
3.4 Kelompok Strategi Penciutan (Retrenchment)
Strategi generik ini bertujuan untuk
melakukan penghematan atau penciutan bila suatu perusahaan memiliki posisi
bersaing yang lemah dibandingkan dengan daya tarik industrinya. Sesungguhnya,
strategi ini tidak banyak dipakai oleh perusahaan karene seolah-olah perusahaan
memperlihatkan kegagalan dalam berusaha. Ada empat bentuk strategi utama untuk
strategi generik ini, yaitu:
1) Strategi
Turnaround. Strategi ini dianjurkan untuk digunakan
pada saat daya tarik industri sedang tinggi walaupun perusahaan sebenarnya
mengalami kesulitan, namun belum kritis. Strategi ini menekankan pada upaya
perbaikan efisiensi operasional.
2) Strategi
Captive Company.
Pada
strategi ini, beberapa aktivitas dari bagian tertentu yang kurang menarik perlu
dikurangi, kemudian diusahakan agar fungsi-fungsi lain menjadi lebih menarik.
Dengan demikian diharapkan ada calon investor mau menginvestasikan modalnya di
perusahaan tersebut.
3) Strategi
Sell Out/Divestment. Jika perusahaan tidak lagi mampu
melakukan strategi captive company, perusahaan terpaksa harus dijual dan
investor segera meninggalkan bisnis seperti ini, asalkan saham-saham perusahaan
yang akan dijual tidak jatuh, sehingga tidak merugikan para pemegang saham.
Jika perusahaan memiliki banyak bidang usaha, maka divisi yang merugikan
sebaiknya ditutupkarena bidang usaha seperti ini tergolong divestasi
(divestment).
4) Strategi
Bankruptcy. Strategi Bankruptcy (pailit) dapat
membantu perusahaan menghindar dari tanggung jawab atas hutang-hutang dan juga
dapat menyatakan tidak berlakunya kontrak-kontrak yang telah disetujuai.
5) Strategi
Liquidation.
Strategi
terakhir yang dapat dilakukan oleh manajemen karena perusahaan sudah relatif
tidak mempunyai prospek lagi. Prinsipnya, lebih baik melakukan likuidasi
secepatnya daripada menunggu kebangkrutan, karena bagi pemegang saham, harga
saham likuidasi jauh lebih baik daripada saham perusahaan yang telah dinyatakan
bangkrut.
3.5 Strategi Utama dari Fred R. David
1) Kelompok
Strategi Integrasi Vertikal (Vertical Integration Strategies) forward
integration strategy, backward integration strategy, dan horizontal integration
strategy, ketiganya secara kolektif sering
dianggap sebagai strategi integrasi vertikal. Penjelasan ketiga strategi ini
dipaparkan sebagai berikut:
a) Forward
Integration Strategy. Strategi ini menghendaki agar
perusahaan mempunyai kemampuan yang besar terhadap pengendalian para
distributor atau pengecer mereka, bila perlu dengan memperoleh kepemilikan.
b) Backward
Integration Strategy. Merupakan strategi perusahaan
agar pengawasan terhadap bahan baku dapat lebih ditingkatkan, apalagi pemasok
sudah dinilai tidak lagi menguntungkan perusahaan, seperti keterlambatan dalam
pengadaan bahan, kualitas bahan yang menurun, biaya yang meningkat sehingga
tidak dapat lagi diandalkan. Jadi, tujuan dari strategi ini adalah mendapatkan
kepemilikan dan atau meningkatkan pengendalian atas perusahaan pemasok.
c) Horizontal Integration Strategy.
Strategi integrasi horisontal merupakan suatu strategi pertumbuhan, jadi tujuan
strategi ini adalah untuk mendapatkan kepemilikan dan atau pengendalian atas
para pesaing.
2) Kelompok Strategi Intensif (Intensive strategies). Strategi penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk adalah tiga strategi yang dikelompokkan dalam strategi intensif.karena strategi-strategi ini dalam implementasinya memerlukan usaha-usaha intensif untuk meningkatkan posisi persaingan perusahaan melalui produk-produk
a. strategi
Penetrasi Pasar (Market Penetration Strategy).
Strategi ini berusaha untuk meningkatkan market share suatu produk atau jasa
yang sudah ada melalui usaha pemasaran yang lebih gencar dan besar.
b. Strategi
Pengembangan Pasar (Market Development Strategy)
Strategi ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk atau jasa yang ada
sekarang ke daerah-daerah yang secara geografis merupakan daerah baru (dalam
perspektif global)
c. Strategi
Pengembangan Produk (Product Development Strategy).
Strategi ini bertujuan agar perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan cara
meningkatkan, memperbaiki dan memodifikasi produkproduk atau jasajasa yang ada
sekarang.
3) Kelompok Strategi Diversifikasi (Diversification Strategies). Concentric diversification, horizontal diversification, dan conglomerate diversification adalah kelompok strategi yang makin lama kurang populer. Namun bagaimanapun juga, diversifikasi kadang-kadang masih merupakan strategi yang sesuai bagi perusahaan dan berhasil untuk diterapkan.
a. Concentric
Diversification Strategy. Strategi ini dapat
dilakukan dengan menambahkan produk dan jasa yang baru tetapi masih saling
berhubungan. Hal ini dapat dilakukan jika bersaing pada industri yang
pertumbuhannya lambat (decline) dan produk tersebut mengalami hal yang sama.
b. Horizontal
Diversification Strategy. Strategi ini
dilakukan dengan menambahkan produk dan jasa pelayanan yang baru, tetapi tidak
saling 24 berhubungan. Hal ini dapat dilakukan jika produk baru akan mendukung
produk lama.
c. Conglomerate
Diversification Strategy. Strategi ini dilakukan
dengan menambahkan produk atau jasa yang tidak saling berhubungan. Hal ini
dapat dilakukan jika industri di sektor ini telah mengalami kejenuhan. Ada
peluang untuk memiliki bisnis dan berkaitan, yang masih berkembang baik serta
memiliki sumber daya untuk memasuki industri baru.
4) Kelompok Strategi Bertahan (Devensive Strategies)
a. Joint
Venture Strategy. Strategi ini merupakan strategi yang
populer, dimana terjadi saat dua perusahaan atau lebih membentuk suatu
perusahaan temporer atau kosorsium untuk tujuan kapitalisasi modal (membentuk
organisasi terpiah dengan tujuan kerja sama)
b. Retrenchment Strategy. Strategi ini
dapat dilaksanakan melalui reduksi biaya dan aset perusahaan. Retrenchment yang
kadang-kadang disebut juga sebagai strategi turnaround dirancang agar
perusahaan mampu bertahan pada pasar pesaingnya dengan mengubah pengelompokan
lewat penghematan biaya dan aset untuk membalik penjualan dan laba yang
menurun.
c. Divestiture
Strategy. Strategi ini dilakukan dengan menjual
divisi atau bagian dari organisasi. Strategi inipun sering digunakan dalam
rangka penambahan modal dari suatu rencana investasi atau untuk menindaklanjuti
strategi akuisisi yang telah diputuskan untuk proses selanjutnya.
d. Liquidation
Strategy. Merupakan suatu strategi yang menjual
seluruh aset dari sebuah perusahaan, yang dapat dihitung nilainya bagian per
bagian, atas nilai aset berwujud. Strategi ini merupakan sebuah pengakuan dari
kegagalan.
e. Strategi
Kombinasi. Organisasi mengusahakan kombinasi dari
dua atau lebih strategi secara simultan, tetapi suatu strategi kombinasi
mungkin membawa resiko yang istimewa bila dilaksanakan terlalu jauh. Tidak ada
organisasi yang sanggup menjalankan semua strategi yang mungkin bermanfaat bagi
perusahaan. Keputusan yang sulit harus dibuat serta prioritas harus ditetapkan.
Cara
Berbisnis dalam Strategi Bisnis
Dalam memulai bisnis, terdapat beberapa faktor penting
yang harus Anda perhatikan. Lakukan hal ini untuk membangun kesuksesan bisnis
Anda.Pertama yang harus Anda lakukan ialah menentukan jenis bisnis yang akan
digeluti, apakah Anda akan membangun bisnis sendiri atau memilih bisnis
waralaba di mana Anda cukup membeli lisensi dari produk yang sudah memiliki
nama. Pastikan Anda memiliki modal yang cukup. Tanpa modal, pastinya bisnis
Anda tak bisa berjalan. Bukan cuma uang yang Anda butuhkan, tapi juga modal
berupa keahlian dan ide kreatif.
Setelah itu, berapa banyak karyawan yang akan Anda
butuhkan, atau sudahkah cukup dengan Anda dan teman-teman yang memulai bisnis
tersebut. Semua ini harus dipikirkan secara terperinci, terutama bagi Anda yang
memulai bisnis sampingan sambil kerja tetap.Tak hanya itu saja, Anda juga harus
memahami catatan keuangan dan apakah Anda akan memerlukan jasa akuntan untuk
melakukannya.
Untuk mengenalkan bisnis,Anda harus memiliki rencana
pemasaran. Tentukan cara pemasaran yang akan Anda gunakan dan berapa biayanya,
merupakan beberapa hal yang patut diperhatikan. Selain itu, Anda juga harus
memanfaatkan media online. Apakah Anda akan menggunakan jejaring sosial seperti
Facebook dan Twitter, atau justru membuat situs sendiri khusus untuk produk
Anda.Sebelum terjun ke dunia bisnis Anda juga harus mencari tahu tentang
kompetitor yang ada di bidang tersebut. Cara ini agar Anda bisa mencari hal-hal
baru yang membuat produk Anda berbeda.
I.
Cara
Bisnis Ala Orang Thionghoa
Dalam
menjalankan bisnis, jatuh-bangun itu biasa. Tak perlu putus asa. Teruslah
berusaha dan bangkit. Susah? Memang. Tidak ada cara mudah untuk menjadi orang
yang sukses, kecuali orang yang beruntung dilahirkan dari keluarga kaya raya.
Orang
Tionghoa, umumnya berani memulai sebuah bisnis dan tidak pernah takut gagal.
Mereka sering berpendapat, “Jika tidak memulai sekarang, kapan lagi?”
Masyarakat Tionghoa merupakan contoh masyarakat yang ulet dan gigih dalam
berbisnis. Banyak sekali contoh pengusaha Tionghoa yang mengalami kesuksesan.
Berikut ini, cara berbisnis yang baik dari pengusaha Tionghoa. Mari simak.
1.
Kerja keras dan banyak belajar
“Di dunia
ini tidak ada orang yang lebih kaya daripada orang Cina,” kata tokoh Muslim,
Ibnu Batutah. Ucapan Ibnu Batutah ini bukan isapan jempol belaka. Coba lihat,
khususnya di Indonesia, siapa yang tak mengenal pengusaha almarhum Bob Sadino,
Ciputra, dan Joko Susanto. Bob sukses dalam membangun usaha agrobisnisnya,
Ciputra sukses dibidang properti, dan Joko Susanto mampu membangun gurita
minimarket di Indonesia.
Cara
berbisnis orang Tionghoa adalah memiliki kerja keras dan banyak belajar. “Kita
harus bisa seperti orang lain walaupun kita melakukannya 100 kali lebih keras
dari mereka.” Inilah moto orang Tionghoa. Dalam keluarga Tionghoa, bekerja
keras bukan hal baru. Jika mereka memiliki toko, mereka siap sedia untuk
bekerja hingga pagi untuk memenuhi stok barang saat menjelang hari raya. Orang
Tionghoa banyak yang memulai bisnis dari nol. Mereka juga berani memulai
bisnis, tanpa takut mengalami kegagalan.
Selain
kerja keras, belajar merupakan salah satu cara berbisnis orang Tionghoa. Mereka
tak segan-segan untuk bertanya kepada siapa saja untuk mendapatkan informasi
sebanyak mungkin soal bisnis yang digelutinya. Dengan begitu, mereka bisa
mengetahui seluk-beluk bisnis yang akan dijalani, menghadapi tantangan, dan
bagaimana membangkitkan kembali bisnis jika sedang terpuruk.
Namanya
berbisnis, resiko pasti ada. Kalau bukan untung ya rugi. Bagi orang Tionghoa,
rintangan dalam berbisnis itu sudah pasti ada. Tapi keyakinan yang kuat untuk
mencapai kesuksesan membuat mereka berani menghadapi resiko jatuh bangun
berbisnis. Selama usaha berjalan pasti ada saja pelajaran yang bisa diambil.
Disamping itu mereka pun mampu memperhitungkan resiko yang akan dihadapi.
2.
Administrasi yang tertib dan layanan terbaik
Cara berbisnis ala orang Tionghoa selanjutnya adalah
kerap melakukan administrasi yang baik. Mereka selalu melakukan pembukuan
dengan tertib. Arus masuk dan keluar keuangan dicatat, sehingga kas terjaga.
Arus keluar dan masuk barang dicatat, sehingga tak ada stok barang yang
menumpuk di gudang. Arus perputaran barang dan uang diatur dengan tertib.
Mereka sangat memperhatikan aktivitas berbisnisnya agar berjalan terpola,
teratur, dan tertib. Selain itu, mereka selalu memberikan layanan yang
maksimal. Mereka ramah dan cepat tanggap melayani pembeli.
3.
Terlibat dari nol
Melibatkan
bisnis dalam keluarga merupakan hal yang biasa. Misalkan, kalau ada pebisnis
restoran baru sekali membuka, biasanya mereka melibatkan keluarganya, anak,
istri, kakak, atau adik. Istri bisa ditugaskan menjadi kasir, anak bisa menjadi
pelayan. Nanti, ketika sudah dewasa, mereka sudah “ngelotok” dan tahu cara
berbisnis yang baik.
4.
Mengolah keuangan dengan baik
Berhemat
adalah cara berbisnis orang Tionghoa selanjutnya. Mereka tidak akan
menghamburkan uang dari bisnisnya. Berhemat ini juga untuk menambah modal
bisnisnya. Selain itu, orang Tionghoa juga tidak akan menyia-nyiakan uang
mereka. Mereka kerap memutarkan uang itu, menjadi beberapa cabang bisnis baru.
Orang Tionghoa menanamkan cara hidup sederhana, sebelum bisnis mereka
benar-benar sukses. Jika mereka memiliki keuntungan Rp 5 juta, mereka pasti
akan sisihkan untuk ditabung dan investasi. Sisanya untuk hidup sehari-hari.
5.
Memelihara relasi dan mendelegasi
Cara
berbisnis lainnya dari orang Tionghoa adalah jago menjaga hubungan kepada
relasi atau pelanggan mereka. Kesan baik selalu ditinggalkan mereka, agar
pelanggan kembali mencari produk dan jasa bisnisnya. Menjaga relasi merupakan
kunci kesuksesan bisnis mereka. Itulah yang orang Tionghoa sadari saat
menjalani bisnis. Banyak cara untuk memberi kesan baik kepada pelanggan,
seperti memberikan potongan harga, memberikan hadiah, dan menjamu makan malam.
Mendelegasikan
kepada orang yang dipercaya merupakan cara berbisnis orang Tionghoa yang patut
kita contoh. Mereka biasanya mendelegasikan pekerjaan ke karyawan yang
dipercaya. Tidak heran kalau orang yang ditugaskan itu adalah orang yang sudah
dikenal sejak lama atau keluarga mereka sendiri.
6.
Kemampuan pemasaran
Orang
Tionghoa memiliki kemampuan pemasaran, dengan kemampuan mereka untuk memenuhi
kebutuhdan dan keinginan pelanggan. Mereka juga ahli dalam menentukan harga
sebuah produk dengan cepat. Selain itu, mereka mampu membaca pasar, menetapkan
strategi iklan, dan menawarkan produk dengan baik.
Selain
cara berbisnis yang sudah dijelaskan tadi, fleksibel terhadap lingkungan
sekitar, memiliki prinsip yang kuat, menghargai waktu, dan siap mengambil
risiko, menjadi kunci sukses lainnya. Tidak ada salahnya kita mencontoh cara
berbisnis pengusaha Tionghoa tadi.
II.
Cara Berbisnis ala Rasulullah
Nabi Muhammad SAW atau Rasulullah
ini dulunya adalah pedagang yang sukses. Tidak hanya sukses di negara Arab,
tetapi juga sukses berbisnis di luar negeri. Menurut sejarah, Rasulullah sukses
berbisinis di 6 kota diantaranya adalah Syam (Syuriah), Bahrain, Yordania
dan Yaman. Semuanya dijalanin oleh Rasulullah dengan hasil yang sangat
memuaskan, bahkan tidak merugi.
Jujur
Rasulullah
mendapatkan gelar Al-Amin atau yang terpercaya. Dalam menjalankan bisnisnya,
Rasulullah selalu mengutamakan kejujuran. Pada waktu jaman Rasulullah
berdagang, Rasul mendapatkan barang dagangan dari konglomerat yang bernama
Khadijah, yang kemudian menjadi istri dari Nabi Muhammad terpikat dengan
kejujurannya.
Nabi
Muhammad tidak hanya jujur kepada rekan bisnisnya, tetapi juga kepada para
pelanggannya. Rasulullah selalu menjelaskan apa adanya keunggulan dari
barangnya dan juga kelemahan dari barangnya tersebut.Bahkan, kejujuran dari
Rasulullah itulah yang menjadi ciri khas atau brand dari bisnisnya tersebut.
Banyak orang yang tertarik dengan bisnis Rasulullah karena kejujurannya.
Sopan santun dan hormati pelanggan
Kepuasaan konsumen adalah nomor satu.Rasulullah
menganggap semua pelanggannya adalah saudaranya. Seperti yang dikemukakan oleh
Rasulullah, ‘Sayangilah saudaramu layaknya menyayangi dirimu sendiri’. Konsumen
adalah raja, selalu perlakukan konsumen Anda dengan baik, sopan santun dan
selalu hormati pelanggan.Rasulullah juga menganggap segala keuntungan yang
didapat adalah hadiah dari usaha kita
Tepati janji
Inilah
yang juga harus Anda lakukan, ketika sudah ada perjanjian kepada partner atau
pelanggan, usahakan Anda selalu menaatinya. Walaupun perjanjian tersebut tidak
ada hitam diatas putih, Anda juga harus selalu menataai janji tersebut. Ingat,
kepercayaan pelanggan bertahun-tahun yang hilang akan sulit didapatkan kembali.Nabi
Muhammad SAW selalu mengedepankan tanggung jawab kepada pelanggan dan
integritas yang tinggi. Barang-barang yang dipesan oleh pelanggan akan
disiapkan dan dikirimkan tepat waktu oleh Rasulullah.
Jangan jual produk yang buruk
Dalam
suatu kisah, Rasulullah pernah marah kepada seorang pedagang karena
menyembunyikan jagung yang basah diantara jagung yang bagus. Jagung basah
tersebut seharusnya diletakkan diatas karena pelanggan harus tahu. Trik ini
sangat dihindari oleh Rasulullah karena bisa menipu pembeli.Rasulullah
tidak pernah menjual produk yang kualitasnya rendah atau tidak pantas dijual.
Dengan begitu, Rasulullah dapat selalu menjaga mutu barang-barang yang
dijualnya. Disamping itu, Rasulullah selalu mengelompokkan harga barang sesuai
dengan kualitasnya.
Tidak boleh menjelekkan bisnis orang lain
Karena
prinsip berbisnis adalah memuaskan pelanggan, bukan mematikan bisnis orang
lain. Anda tidak perlu juga mengatakan bahwa bisnis si A lebih jelek dari pada
bisnis Anda sendiri. Anda harus menonjolkan kualitas produk Anda, dan biarkan
pelanggan yang menilai. Karena rejeki sudah ada yang mengatur bukan?
Bisnis tidak boleh mengganggu ibadah
Kebanyakan
orang berdagang atau bekerja terlalu keras sehingga lupa waktu sholat dan
bahkan lupa untuk membayar zakat. Usahakan Anda selalu menyempatkan waktu untuk
sholat dan membayar zakat.
III.
Cara Berbisnis Agar Lancar Non Materi
Dalam
membangun sebuah bisnis terdapat beberapa hal yang harus dilakukan supaya
bisnis tetap lancar. Sebagaimana kita ketahui selain bermodalkan materi, dalam
membangun sebuah bisnis dibutuhkan juga modal non-materi.beberapa hal yang
dibutuhkan dalam membangun bisnis dalam kategori modal non-materi; sebagai
berikut:
Kejujuran untuk Kepercayaan
Kejujuran dalam dunia bisnis sangat diperlukan, ibarat sebuah
rumah, kejujuran adalah pondasi. Saya katakan pondasi karena disini berarti
tanpa modal kejujuran, sebuah bisnis akan runtuh dan tidak bertahan lama. Sudah
barang tentu dari jaringan bisnis, baik partner maupun customer (pelanggan)
akan merasa
Jeli
Melihat Peluang Pasar
Dalam sebuah bisnis dibutuhkan pula kejelian melihat pasar. Analisis pasar yang dimaksud disini yaitu bagaimana kita mampu menembus peta pasar yang kita bidik, misalkan kita bergerak dalam bidang bisnis penjualan komputer, kita harus mampu menelusuri daerah mana saja yang memang berpeluang untuk kita promosikan produk kita, baik harga maupun peluang pelanggan.
Membangun
Jaringan
Dalam hal ini kita juga harus bisa melihat posisi harga per-daerah yang menjadi sasaran produk kita, ambil contoh disuatu daerah yang banyak berdiri toko komputer&aksesories, kita harus bisa memainkan harga dibawah standar toko lain. Bisa juga dalam hal lain kita bisa memainkan promosi produk dengan memberikan bonus-bonus ataupun doorprice dalam rangka menarik pelanggan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar