Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Jumat, 22 Mei 2015

WEB BLOG BISNIS - Strategi Bisnis

Strategi Bisnis

Konsep Strategi Bisnis

            Pada dasarnya strategi merupakan berbagai tahapan dari jawaban yang optimal terhadap tantangan-tantangan baru yang mungkin dihadapi, baik sebagai akibat dari langkah sebelumnya maupun karena adanya tekanan dari luar. Keseluruhan dari proses tersebut berada dalam suatu arah tujuan yang telah ditetapkan.

            Menyusun strategi berarti mencari jalan bagaimana mencapai hasil yang ditargetkan sesuai dengan visi dan misi di dalam situasi organisasi dan prospek yang dihadapi. Strategi ini adalah jalan untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk mencapai posisi yang strategis.
1.      Konsep terdiri dari :
a)      Gagasana
b)      Ide
c)      Produk subjektif


2.      Strategi merupakan pendekatan yang  mengarah pada pelaksanaan gagasan.

3.     
Bisnis,sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan . Suatu Aktivitas yang menjual barang atau jasa kepada konsumen yang bertujuan untuk mendapatkan laba

4.      Kewirausahaan No.4 tahun 1995 : semangat , sikap , perilaku serta kemampuan seseorang untuk menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya kerja , teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih bes
 
5.      Hubungan Bisnis dan Kewirausahaan
            -Bisnis : Aktivitas yang bertujuan mencari keuntungan
            -Kewirausahaan :
                        1.Psikis ( sikap mental )
                        2.Semangat kerja
                        3.Kreativitas
            -Bisnis bisa “Survive “ jika ditopang dengan semangat  kewirausahaan

6.      Manajemen Bisnis
            Manajemen dapat diartikan sebagai proses dari perencanaan , pengorganisasian , pelaksanaan , dan pengendalian untuk mencapai tujuan tertentu.
Fungsi manajemen
1.Planning
2.Organizing
3.Actuating
4.Controling

7.      Ragam Usaha adalah berbagai macam usaha atau dapat diartikan sebagai bentuk-bentuk usaha yang dapat kita jadikan pilihan sebagai usaha yang menjanjikan

8.      Faktor yang berpengaruh pada bisnis
a)      Faktor internal ( psikis,etos kerja,passion dll)
b)      Faktor Eksternal ( market,pesaing,harga barang/bahan baku)
  



Teori Strategi Bisnis
            Persaingan bisnis yang semakin ketat dewasa ini menuntut pihak manajemen suatu perusahaan untuk menggunakan strategi pemasaran yang tepat bagi produk atau jasa layanan yang dijualnya. Pihak perusahaan harus mengamati kondisi persaingan bisnis yang selalu berkembang atau berubah setiap saatnya. Strategi pemasaran merupakan pernyataan (baik secara implisit maupun eksplisit) mengenai bagaimana suatu merek atau lini produk mencapai tujuannya (Bennet dan Cooper, 1998:76).
            Pada dasarnya strategi merupakan berbagai tahapan dari jawaban yang optimal terhadap tantangan-tantangan baru yang mungkin dihadapi, baik sebagai akibat dari langkah sebelumnya maupun karena adanya tekanan dari luar. Keseluruhan dari proses tersebut berada dalam suatu arah tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dari awal.
            Dengan manajemen strategi yang baik, maka perencanaan strategi atau pemimpin perusahaan akan berpikir dan memandang perusahaan secara keseluruhan, sehingga akan cepat dan mudah bagi pemimpin untuk mengidentifikasi masalah-masalah strategi yang muncul. Menyusun strategi berarti mencari jalan bagaimana mencapai hasil yang ditargetkan sesuai dengan visi dan misi di dalam situasi organisasi dan prospek yang dihadapi. Strategi ini adalah jalan untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk mencapai posisi yang strategis.


1.Pengertian Strategi

            Berikut ini dijelaskan beberapa definisi strategi menurut beberapa ahli yaitu sebagai berikut:
Definisi strategi menurut Jain (1990) seperti yang dikutip oleh Tjiptono (2002:6) adalah sebagai berikut:
“Strategi menggambarkan arah bisnis yang mengikuti lingkungan yang dipilih dan merupakan pedoman untuk mengalokasikan sumber daya dan usaha suatu organisasi”.
Definisi strategi menurut Kotler (2008:25) adalah sebagai berikut:
 “ Strategi adalah proses manajerial untuk mengembangkan dan menjaga keserasian antara tujuan perusahaan, sumber daya perusahaan, dan peluang pasar yang terus berubah, dengan tujuan untuk membentuk dan menyesuaikan usaha perusahaan dan produk yang dihasilkan sehingga bisa mencapai keuntungan dan tingkat pertumbuhan yang menguntungkan”.
Definisi strategi menurut Wheelen dan Hunger (2000:20) adalah sebagai berikut:
 “A strategy of a corporation forms a comprehensive mater plan stating how the corporation will achieve its mission and objectives”.
             Berdasarkan beberapa pengertian atau definisi strategi di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dengan memperhatikan faktor-faktor perubahan lingkungan baik eksternal maupun internal karena sangat menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan, sehingga dapat disusun strategi untuk mencapai keunggulan kompetitif perusahaan.


2.Tingkatan Strategi

            Secara umum Tjiptono (2002:4) mengemukakan ada tiga tingkatan strategi, yaitu strategi level korporasi, strategi level bisnis, dan strategi level fungsional.

1.      Strategi tingkat korporasi
           Strategi tingkat korporasi dirumuskan oleh manajemen puncak yang mengatur kegiatan dan operasi organisasi yang memiliki lini atau unit bisnis lebih dari satu. Dalam mengembangkan sasaran level korporasi, setiap perusahaan perlu menentukan salah satu dari beberapa alternatif berikut:
 a. Kedudukan dalam pasar
 b. Inovasi
 c. Produktivitas
d. Sumber daya fisik dan finansial
e. Profitabilitas
f. Prestasi dan pengembnagan manajerial
g. Prestasi dan sikap karyawan
h. Tanggungjawab sosial

2.      Strategi tingkat bisnis
           Strategi tingkat bisnis lebih dirahkan pada pengelolaan kegiatan operasi suatu bisnis tertentu. Pada dasarnya strategi level unit bisnis bisa berupaya menentukan pendekatan yang sebaiknya digunakan oleh suatu bisnis terhadap pasarnya dan bagaimana melaksanakan pendekatan 12 tersebut dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan dalam kondisi pasar tertentu.

3.      Strategi tingkat fungsional
           Strategi level fungsional merupakan strategi dalam kerangka fungsifungsi manajemen (secara tradisional terdiri atas riset dan pengembangan, keuangan, produksi dan operasi, pemasaran, personalia/sumber daya manusia) yang dapat mendukung strategi level unit bisnis.
           Ketiga level strategi tersebut menurut Wheelen dan Hunger (2003:32) membentuk suatu hirarki dalam perusahaan :
Hirarki Strategi
a)      Corporate Strategy
b)      Functional Strategy
c)      Business Strategy

           Model hirarki yang ditunjukkan di atas menggambarkan pengelompokan tipe strategi tiap level dalam organisasi. Tiap-tiap tipe strategi tersebut saling mendukung. Jadi strategi fungsional mendukung strategi bisnis dan strategi korporat. Perencanaan strategi pada level yang lebih rendah dibatasi oleh perencanaan strategi dari level yang lebih tinggi.

3.Pengertian Strategi Bisnis

            Semua perusahaan pasti membutuhkan strategi bisnis apabila usaha atau perusahaan mereka ingin tetap tumbuh dan bertahan dalam situasi persaingan dunia global yang semakin hebat seperti saat ini. Perusahaan menggunakan strategi bisnis untuk menggarisbawahi langkah pokok yang mereka rencanakan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa secara umum terdapat tiga tingkatan strategi, yaitu strategi level korporasi, strategi level bisnis dan strategi level fungsional. Definisi strategi bisnis menurut Thomas (1990), Wheelen dan Hunger (2003:35) adalah sebagai sebagai berikut:

Business strategy usually occurs at the businessunit or product level, and it emphasizes improvement of the competitive position of a corporation’s products or services in the spesific industry or market segment served by that business unit.

4.     Macam-Macam Strategi
           Strategi Generik Pada dasarnya setiap perusahaan mempunyai strategi dalam berusaha. Dalam mengkaji strategi perusahaan, perlu diketahui bahwa bentuk strategi akan berbeda-beda antar industri, antar perusahaan, bahkan antar situasi. Namun ada sejumlah strategi yang umum dan dapat diterapkan pada berbagai bentuk dan ukuran perusahaan. Strategi-strategi ini dikelompokkan kedalam Strategi Generik. Pengertiannya adalah suatu pendekatan strategi perusahaan dalam rangka mengungguli pesaing dalam industri sejenis. Dalam praktek, setelah perusahaan mengetahui strategi generiknya, untuk implementasinya akan ditindaklanjuti dengan langkah penentuan strategi yang lebih operasional.
           Berikut ini akan disajikan paparan model Strategi Generik menurut Wheelen dan Hunger (2003) serta David (2002).

1.      Strategi Generik dari Wheelen dan Hunger
Untuk menjelaskan tentang strategi, Wheelen dan Hunger (2003:35) menggunakan konsep dari General Electric. General Electric menyatakan bahwa pada prinsipnya strategi generik dibagi atas tiga macam, yaitu:
a.      Strategi Stabillitas (stability).
            Pada prinsipnya strategi ini menekankan pada tidak bertambahnya produk, pasar, dan fungsi-fungsi perusahaan lain karena perusahaan berusaha untuk meningkatkan efisiensi di segala bidang dalam rangka meningkatkan kinerja dan keuntungan. Strategi ini resikonya relatif rendah dan biasanya dilakukan untuk produk yang tengah berada pada posisi kedewasaan (mature)
b.      Strategi Ekspansi (expansion).
           Strategi ini menekankan pada penambahan atau perluasan produk, pasar dan fungsi-fungsi perusahaan lainnya, sehingga aktivitas perusahaan meningkat. Tetapi selain keuntungan yang ingin diraih lebih besar, strategi ini juga mengandung resiko kegagalan yang tidak kecil.
c.       Strategi Penciutan (retrenchment).
           Pada prinsipnya strategi ini dimaksudkan untuk melakukan pengurangan atas produk yang dihasilkan atau pengurangan atas pasar maupun fungsi-fungsi dalam perusahaan, khususnya yang mempunyai cash flow negative. Strategi ini biasanya diterapkan pada bisnis yang 15 berada pada tahap menurun (decline). Penciutan ini dapat terjadi karena sumber daya yang perlu diciutkan itu lebih baik dikerahkan, misalnya untuk usaha lain yang sedang berkembang.

2.      Strategi Generik dari Fred R. David
      Menurut David (2002:17), pada prinsipnya strategi generik dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu:
a.      Strategi Integrasi Vertikal (integration vertical strategy). Strategi ini menghendaki agar perusahaan melakukan pengawasan yang lebih terhadap distributor, pemasok, dan atau para pesaingnya, misalnya melalui merger, akuisisi, atau membuat perusahaan sendiri.
b. Strategi Intensif (intensive strategy). Strategi ini memerlukan usaha-usaha yang intensif untuk meningkatkan posisi persaingan perusahaan melalui produk yang ada.
c. Strategi Diversifikasi (diversification strategy). Strategi ini dimaksudkan untuk untuk menambah produk-produk baru. Strategi ini kurang populer, paling tidak ditinjau dari sisi tingginya tingkat kesulitan manajemen dalam mengendalikan aktivitas perusahaan yang berbeda-beda.
 d. Strategi Bertahan (defensive strategy). Strategi ini bermaksud agar perusahaan melakukan tindakan-tindakan penyelamatan agar terlepas dari kerugian yang lebih besar, yang pada ujungnya akan membawa perusahaan pada kebangkrutan.

3. Strategi Utama (Grand Strategy) Strategi Utama (grand strategy) merupakan strategi yang lebih operasional yang merupakan tindak lanjut dari strategi generik. Paparannya akan dijelaskan sebagai berikut:


 3.1  Strategi Utama dari Wheelen dan Hunger Jabaran strategi utama dari strategi generik versi Wheelen-Hunger (2003:35) yang menggunakan konsep dari GE ini dapat dilihat melalui Gambar 2.2 di bawah ini:
a.       Kelompok Strategi Pertumbuhan .Strategi generik pertumbuhan memiliki dua strategi utama. Setiap jenis strategi utamanya masing-masing terdiri atas dua macam, yaitu strategi pertumbuhan konsentrasi dan strategi pertumbuhan diservikasi.
b.      Strategi Pertumbuhan Konsentrasi. Merupakan strategi di mana perusahaan berkonsentrasi dan bertumbuh kembang pada semua atau hampir semua sumber daya yang sejenis. Strategi ini memiliki dua cara, yaitu:
a) Horizontal. Dari sisi internal, hendaknya segmen pasar diperluas untuk mengurangi potensi persaingan, sehingga skala ekonomi menjadi lebih besar. Dari sisi eksternal, perusahaan dapat melakukan akuisisi atau joint-venture dengan perusahaan lain pada industri yang sama.
b) Vertikal. Strategi ini dapat dilakukan dengan cara mengambil alih fungsi yang sebelumnya disediakan oleh pemasok (backward integration) atau distributor (forward integration). Dengan kata lain, terdapat satu atau lebih bisnis yang selama ini disediakan oleh perusahaan lain.
      Pada kedua strategi ini dapat dilakukan pendekatan internal dan eksternal. Pendekatan internal adalah dengan cara mengembangkan anak perusahaan yang baru untuk memasok bahan baku dan bahan setengah jadi untuk kebutuhan produk maupun jasa. Pendekatan eksternal adalah dengan cara membeli perusahaan baru baik dengan cara akuisisi, merger, ataupun jointventure yang bertujuan memasok kebutuhan barang untuk bisnis pelanggan mereka.



  3.2  Strategi Pertumbuhan Diversifikasi.
     Strategi ini menuntut perusahaan untuk tumbuh dengan cara menambahkan produk atau divisi yang berbeda dengan produk atau divisi yang telah ada. Strategi ini terdiri dari dua cara, yaitu terpusat (konsentrasi) atau konglomerasi baik secara internal maupun eksternal. Jika dilaksanakan dengan cara internal, hal ini dapat dilakukan melalui perkembangan produk baru.
     Tetapi jika denga cara eksternal dilakukan dengan cara akuisisi. Sasaran dan pertumbuhan produk untuk menjaga pangsa pasar, mengurangi persaingan, menekan biaya dan meningkatkan keuntungan. Strategi pertumbuhan ini dibagi menjadi dua cara, yaitu:
a.       Terpusat. Melakukan penambahan produk atau divisi yang sudah ada pada perusahaan sebelumnya, dilakukan dengan cara yang masih sama dengan produk atau jasa yang sudah ada.
b.      Konglomerasi. Melakukan penambahan produk atau divisi yang tidak ada hubungannya dengan lini produk atau jasa yang telah dimiliki sebelumnya.
                             


 3.3   Kelompok Strategi Stabilitas (Stability)
     Strategi generik stabilitas adalah strategi yang paling sesuai bagi perusahaan yang berhasil pada industri dengan daya tarik industri medium. Ada empat bentuk strategi utamanya, yaitu:
1)      Strategi Istirahat (Pause Strategy). Strategi ini tepat dilakukan sebagai strategi sementara agar perusahaan dapat mengkonsolidasikan sumber daya yang ada setelah menghadapi pertumbuhan cepat.
2)      Strategi Waspada (Proceed with Caution Strategy). Perusahaan tetap menjalankan usahanya dengan hati-hati karena adanya faktor-faktor penting yang berubah pada lingkungan eksternal, seperti peraturan dari pemerintah.
3)      Strategi Tanpa Perubahan (No Change Strategy). Pada strategi ini perusahaan tidak perlu melakukan perubahanperubahan yang berarti. Di sini perusahaan tetap melakukan usaha-usaha yang sedang dijalankan, dan hanya melakukan sedikit penyesuaian misalnya karena terjadi inflasi.
4)      Strategi Laba (Profit Strategy). Strategi ini lebih mengutamakan keuntungan saat ini walau memiliki resiko besar dengan mengorbankan pertumbuhan masa depan. Hasilnya sering kali adalah kesuksesan jangka panjang.


 3.4  Kelompok Strategi Penciutan (Retrenchment)
     Strategi generik ini bertujuan untuk melakukan penghematan atau penciutan bila suatu perusahaan memiliki posisi bersaing yang lemah dibandingkan dengan daya tarik industrinya. Sesungguhnya, strategi ini tidak banyak dipakai oleh perusahaan karene seolah-olah perusahaan memperlihatkan kegagalan dalam berusaha. Ada empat bentuk strategi utama untuk strategi generik ini, yaitu:
1)      Strategi Turnaround. Strategi ini dianjurkan untuk digunakan pada saat daya tarik industri sedang tinggi walaupun perusahaan sebenarnya mengalami kesulitan, namun belum kritis. Strategi ini menekankan pada upaya perbaikan efisiensi operasional.
2)      Strategi Captive Company. Pada strategi ini, beberapa aktivitas dari bagian tertentu yang kurang menarik perlu dikurangi, kemudian diusahakan agar fungsi-fungsi lain menjadi lebih menarik. Dengan demikian diharapkan ada calon investor mau menginvestasikan modalnya di perusahaan tersebut.
3)      Strategi Sell Out/Divestment. Jika perusahaan tidak lagi mampu melakukan strategi captive company, perusahaan terpaksa harus dijual dan investor segera meninggalkan bisnis seperti ini, asalkan saham-saham perusahaan yang akan dijual tidak jatuh, sehingga tidak merugikan para pemegang saham. Jika perusahaan memiliki banyak bidang usaha, maka divisi yang merugikan sebaiknya ditutupkarena bidang usaha seperti ini tergolong divestasi (divestment).
4)      Strategi Bankruptcy. Strategi Bankruptcy (pailit) dapat membantu perusahaan menghindar dari tanggung jawab atas hutang-hutang dan juga dapat menyatakan tidak berlakunya kontrak-kontrak yang telah disetujuai.
5)      Strategi Liquidation. Strategi terakhir yang dapat dilakukan oleh manajemen karena perusahaan sudah relatif tidak mempunyai prospek lagi. Prinsipnya, lebih baik melakukan likuidasi secepatnya daripada menunggu kebangkrutan, karena bagi pemegang saham, harga saham likuidasi jauh lebih baik daripada saham perusahaan yang telah dinyatakan bangkrut.


3.5  Strategi Utama dari Fred R. David
1)      Kelompok Strategi Integrasi Vertikal (Vertical Integration Strategies) forward integration strategy, backward integration strategy, dan horizontal integration strategy, ketiganya secara kolektif sering dianggap sebagai strategi integrasi vertikal. Penjelasan ketiga strategi ini dipaparkan sebagai berikut:
a)      Forward Integration Strategy. Strategi ini menghendaki agar perusahaan mempunyai kemampuan yang besar terhadap pengendalian para distributor atau pengecer mereka, bila perlu dengan memperoleh kepemilikan.
b)      Backward Integration Strategy. Merupakan strategi perusahaan agar pengawasan terhadap bahan baku dapat lebih ditingkatkan, apalagi pemasok sudah dinilai tidak lagi menguntungkan perusahaan, seperti keterlambatan dalam pengadaan bahan, kualitas bahan yang menurun, biaya yang meningkat sehingga tidak dapat lagi diandalkan. Jadi, tujuan dari strategi ini adalah mendapatkan kepemilikan dan atau meningkatkan pengendalian atas perusahaan pemasok.
c)       Horizontal Integration Strategy. Strategi integrasi horisontal merupakan suatu strategi pertumbuhan, jadi tujuan strategi ini adalah untuk mendapatkan kepemilikan dan atau pengendalian atas para pesaing.

2)      Kelompok Strategi Intensif (Intensive strategies).      Strategi penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk adalah tiga strategi yang dikelompokkan dalam strategi intensif.karena strategi-strategi ini dalam implementasinya memerlukan usaha-usaha intensif untuk meningkatkan posisi persaingan perusahaan melalui produk-produk
a.       strategi Penetrasi Pasar (Market Penetration Strategy). Strategi ini berusaha untuk meningkatkan market share suatu produk atau jasa yang sudah ada melalui usaha pemasaran yang lebih gencar dan besar.
b.      Strategi Pengembangan Pasar (Market Development Strategy) Strategi ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk atau jasa yang ada sekarang ke daerah-daerah yang secara geografis merupakan daerah baru (dalam perspektif global)
c.       Strategi Pengembangan Produk (Product Development Strategy). Strategi ini bertujuan agar perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan, memperbaiki dan memodifikasi produkproduk atau jasajasa yang ada sekarang.

3)      Kelompok Strategi Diversifikasi (Diversification Strategies). Concentric diversification, horizontal diversification, dan conglomerate diversification adalah kelompok strategi yang makin lama kurang populer. Namun bagaimanapun juga, diversifikasi kadang-kadang masih merupakan strategi yang sesuai bagi perusahaan dan berhasil untuk diterapkan.
a.       Concentric Diversification Strategy. Strategi ini dapat dilakukan dengan menambahkan produk dan jasa yang baru tetapi masih saling berhubungan. Hal ini dapat dilakukan jika bersaing pada industri yang pertumbuhannya lambat (decline) dan produk tersebut mengalami hal yang sama.
b.      Horizontal Diversification Strategy. Strategi ini dilakukan dengan menambahkan produk dan jasa pelayanan yang baru, tetapi tidak saling 24 berhubungan. Hal ini dapat dilakukan jika produk baru akan mendukung produk lama.
c.       Conglomerate Diversification Strategy. Strategi ini dilakukan dengan menambahkan produk atau jasa yang tidak saling berhubungan. Hal ini dapat dilakukan jika industri di sektor ini telah mengalami kejenuhan. Ada peluang untuk memiliki bisnis dan berkaitan, yang masih berkembang baik serta memiliki sumber daya untuk memasuki industri baru.

4)      Kelompok Strategi Bertahan (Devensive Strategies)
a.       Joint Venture Strategy. Strategi ini merupakan strategi yang populer, dimana terjadi saat dua perusahaan atau lebih membentuk suatu perusahaan temporer atau kosorsium untuk tujuan kapitalisasi modal (membentuk organisasi terpiah dengan tujuan kerja sama)
b.       Retrenchment Strategy. Strategi ini dapat dilaksanakan melalui reduksi biaya dan aset perusahaan. Retrenchment yang kadang-kadang disebut juga sebagai strategi turnaround dirancang agar perusahaan mampu bertahan pada pasar pesaingnya dengan mengubah pengelompokan lewat penghematan biaya dan aset untuk membalik penjualan dan laba yang menurun.
c.       Divestiture Strategy. Strategi ini dilakukan dengan menjual divisi atau bagian dari organisasi. Strategi inipun sering digunakan dalam rangka penambahan modal dari suatu rencana investasi atau untuk menindaklanjuti strategi akuisisi yang telah diputuskan untuk proses selanjutnya.
d.      Liquidation Strategy. Merupakan suatu strategi yang menjual seluruh aset dari sebuah perusahaan, yang dapat dihitung nilainya bagian per bagian, atas nilai aset berwujud. Strategi ini merupakan sebuah pengakuan dari kegagalan.
e.       Strategi Kombinasi. Organisasi mengusahakan kombinasi dari dua atau lebih strategi secara simultan, tetapi suatu strategi kombinasi mungkin membawa resiko yang istimewa bila dilaksanakan terlalu jauh. Tidak ada organisasi yang sanggup menjalankan semua strategi yang mungkin bermanfaat bagi perusahaan. Keputusan yang sulit harus dibuat serta prioritas harus ditetapkan.






Cara Berbisnis dalam Strategi Bisnis
            Dalam memulai bisnis, terdapat beberapa faktor penting yang harus Anda perhatikan. Lakukan hal ini untuk membangun kesuksesan bisnis Anda.Pertama yang harus Anda lakukan ialah menentukan jenis bisnis yang akan digeluti, apakah Anda akan membangun bisnis sendiri atau memilih bisnis waralaba di mana Anda cukup membeli lisensi dari produk yang sudah memiliki nama. Pastikan Anda memiliki modal yang cukup. Tanpa modal, pastinya bisnis Anda tak bisa berjalan. Bukan cuma uang yang Anda butuhkan, tapi juga modal berupa keahlian dan ide kreatif.
            Setelah itu, berapa banyak karyawan yang akan Anda butuhkan, atau sudahkah cukup dengan Anda dan teman-teman yang memulai bisnis tersebut. Semua ini harus dipikirkan secara terperinci, terutama bagi Anda yang memulai bisnis sampingan sambil kerja tetap.Tak hanya itu saja, Anda juga harus memahami catatan keuangan dan apakah Anda akan memerlukan jasa akuntan untuk melakukannya.
            Untuk mengenalkan bisnis,Anda harus memiliki rencana pemasaran. Tentukan cara pemasaran yang akan Anda gunakan dan berapa biayanya, merupakan beberapa hal yang patut diperhatikan. Selain itu, Anda juga harus memanfaatkan media online. Apakah Anda akan menggunakan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, atau justru membuat situs sendiri khusus untuk produk Anda.Sebelum terjun ke dunia bisnis Anda juga harus mencari tahu tentang kompetitor yang ada di bidang tersebut. Cara ini agar Anda bisa mencari hal-hal baru yang membuat produk Anda berbeda.


      I.            Cara Bisnis Ala Orang Thionghoa

            Dalam menjalankan bisnis, jatuh-bangun itu biasa. Tak perlu putus asa. Teruslah berusaha dan bangkit. Susah? Memang. Tidak ada cara mudah untuk menjadi orang yang sukses, kecuali orang yang beruntung dilahirkan dari keluarga kaya raya.
            Orang Tionghoa, umumnya berani memulai sebuah bisnis dan tidak pernah takut gagal. Mereka sering berpendapat, “Jika tidak memulai sekarang, kapan lagi?” Masyarakat Tionghoa merupakan contoh masyarakat yang ulet dan gigih dalam berbisnis. Banyak sekali contoh pengusaha Tionghoa yang mengalami kesuksesan. Berikut ini, cara berbisnis yang baik dari pengusaha Tionghoa. Mari simak.
1.      Kerja keras dan banyak belajar
            “Di dunia ini tidak ada orang yang lebih kaya daripada orang Cina,” kata tokoh Muslim, Ibnu Batutah. Ucapan Ibnu Batutah ini bukan isapan jempol belaka. Coba lihat, khususnya di Indonesia, siapa yang tak mengenal pengusaha almarhum Bob Sadino, Ciputra, dan Joko Susanto. Bob sukses dalam membangun usaha agrobisnisnya, Ciputra sukses dibidang properti, dan Joko Susanto mampu membangun gurita minimarket di Indonesia.
            Cara berbisnis orang Tionghoa adalah memiliki kerja keras dan banyak belajar. “Kita harus bisa seperti orang lain walaupun kita melakukannya 100 kali lebih keras dari mereka.” Inilah moto orang Tionghoa. Dalam keluarga Tionghoa, bekerja keras bukan hal baru. Jika mereka memiliki toko, mereka siap sedia untuk bekerja hingga pagi untuk memenuhi stok barang saat menjelang hari raya. Orang Tionghoa banyak yang memulai bisnis dari nol. Mereka juga berani memulai bisnis, tanpa takut mengalami kegagalan.
            Selain kerja keras, belajar merupakan salah satu cara berbisnis orang Tionghoa. Mereka tak segan-segan untuk bertanya kepada siapa saja untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin soal bisnis yang digelutinya. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui seluk-beluk bisnis yang akan dijalani, menghadapi tantangan, dan bagaimana membangkitkan kembali bisnis jika sedang terpuruk.
            Namanya berbisnis, resiko pasti ada. Kalau bukan untung ya rugi. Bagi orang Tionghoa, rintangan dalam berbisnis itu sudah pasti ada. Tapi keyakinan yang kuat untuk mencapai kesuksesan membuat mereka berani menghadapi resiko jatuh bangun berbisnis. Selama usaha berjalan pasti ada saja pelajaran yang bisa diambil. Disamping itu mereka pun mampu memperhitungkan resiko yang akan dihadapi.
2.      Administrasi yang tertib dan layanan terbaik
Cara berbisnis ala orang Tionghoa selanjutnya adalah kerap melakukan administrasi yang baik. Mereka selalu melakukan pembukuan dengan tertib. Arus masuk dan keluar keuangan dicatat, sehingga kas terjaga. Arus keluar dan masuk barang dicatat, sehingga tak ada stok barang yang menumpuk di gudang. Arus perputaran barang dan uang diatur dengan tertib. Mereka sangat memperhatikan aktivitas berbisnisnya agar berjalan terpola, teratur, dan tertib. Selain itu, mereka selalu memberikan layanan yang maksimal. Mereka ramah dan cepat tanggap melayani pembeli.
3.      Terlibat dari nol
            Melibatkan bisnis dalam keluarga merupakan hal yang biasa. Misalkan, kalau ada pebisnis restoran baru sekali membuka, biasanya mereka melibatkan keluarganya, anak, istri, kakak, atau adik. Istri bisa ditugaskan menjadi kasir, anak bisa menjadi pelayan. Nanti, ketika sudah dewasa, mereka sudah “ngelotok” dan tahu cara berbisnis yang baik.
4.      Mengolah keuangan dengan baik
            Berhemat adalah cara berbisnis orang Tionghoa selanjutnya. Mereka tidak akan menghamburkan uang dari bisnisnya. Berhemat ini juga untuk menambah modal bisnisnya. Selain itu, orang Tionghoa juga tidak akan menyia-nyiakan uang mereka. Mereka kerap memutarkan uang itu, menjadi beberapa cabang bisnis baru. Orang Tionghoa menanamkan cara hidup sederhana, sebelum bisnis mereka benar-benar sukses. Jika mereka memiliki keuntungan Rp 5 juta, mereka pasti akan sisihkan untuk ditabung dan investasi. Sisanya untuk hidup sehari-hari.
5.      Memelihara relasi dan mendelegasi
            Cara berbisnis lainnya dari orang Tionghoa adalah jago menjaga hubungan kepada relasi atau pelanggan mereka. Kesan baik selalu ditinggalkan mereka, agar pelanggan kembali mencari produk dan jasa bisnisnya. Menjaga relasi merupakan kunci kesuksesan bisnis mereka. Itulah yang orang Tionghoa sadari saat menjalani bisnis. Banyak cara untuk memberi kesan baik kepada pelanggan, seperti memberikan potongan harga, memberikan hadiah, dan menjamu makan malam.
            Mendelegasikan kepada orang yang dipercaya merupakan cara berbisnis orang Tionghoa yang patut kita contoh. Mereka biasanya mendelegasikan pekerjaan ke karyawan yang dipercaya. Tidak heran kalau orang yang ditugaskan itu adalah orang yang sudah dikenal sejak lama atau keluarga mereka sendiri.
6.      Kemampuan pemasaran
            Orang Tionghoa memiliki kemampuan pemasaran, dengan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhdan dan keinginan pelanggan. Mereka juga ahli dalam menentukan harga sebuah produk dengan cepat. Selain itu, mereka mampu membaca pasar, menetapkan strategi iklan, dan menawarkan produk dengan baik.
            Selain cara berbisnis yang sudah dijelaskan tadi, fleksibel terhadap lingkungan sekitar, memiliki prinsip yang kuat, menghargai waktu, dan siap mengambil risiko, menjadi kunci sukses lainnya. Tidak ada salahnya kita mencontoh cara berbisnis pengusaha Tionghoa tadi. 

   II.        Cara Berbisnis ala Rasulullah 

            Nabi Muhammad SAW atau Rasulullah ini dulunya adalah pedagang yang sukses. Tidak hanya sukses di negara Arab, tetapi juga sukses berbisnis di luar negeri. Menurut sejarah, Rasulullah sukses berbisinis di 6 kota diantaranya adalah  Syam (Syuriah), Bahrain, Yordania dan Yaman. Semuanya dijalanin oleh Rasulullah dengan hasil yang sangat memuaskan, bahkan tidak merugi.

Jujur

            Rasulullah mendapatkan gelar Al-Amin atau yang terpercaya. Dalam menjalankan bisnisnya, Rasulullah selalu mengutamakan kejujuran. Pada waktu jaman Rasulullah berdagang, Rasul mendapatkan barang dagangan dari konglomerat yang bernama Khadijah, yang kemudian menjadi istri dari Nabi Muhammad terpikat dengan kejujurannya.
            Nabi Muhammad tidak hanya jujur kepada rekan bisnisnya, tetapi juga kepada para pelanggannya. Rasulullah selalu menjelaskan apa adanya keunggulan dari barangnya dan juga kelemahan dari barangnya tersebut.Bahkan, kejujuran dari Rasulullah itulah yang menjadi ciri khas atau brand dari bisnisnya tersebut. Banyak orang yang tertarik dengan bisnis Rasulullah karena kejujurannya.

Sopan santun dan hormati pelanggan

            Kepuasaan konsumen adalah nomor satu.Rasulullah menganggap semua pelanggannya adalah saudaranya. Seperti yang dikemukakan oleh Rasulullah, ‘Sayangilah saudaramu layaknya menyayangi dirimu sendiri’. Konsumen adalah raja, selalu perlakukan konsumen Anda dengan baik, sopan santun dan selalu hormati pelanggan.Rasulullah juga menganggap segala keuntungan yang didapat adalah hadiah dari usaha kita

 

Tepati janji

            Inilah yang juga harus Anda lakukan, ketika sudah ada perjanjian kepada partner atau pelanggan, usahakan Anda selalu menaatinya. Walaupun perjanjian tersebut tidak ada hitam diatas putih, Anda juga harus selalu menataai janji tersebut. Ingat, kepercayaan pelanggan bertahun-tahun yang hilang akan sulit didapatkan kembali.Nabi Muhammad SAW selalu mengedepankan tanggung jawab kepada pelanggan dan integritas yang tinggi. Barang-barang yang dipesan oleh pelanggan akan disiapkan dan dikirimkan tepat waktu oleh Rasulullah.

 

Jangan jual produk yang buruk

            Dalam suatu kisah, Rasulullah pernah marah kepada seorang pedagang karena menyembunyikan jagung yang basah diantara jagung yang bagus. Jagung basah tersebut seharusnya diletakkan diatas karena pelanggan harus tahu. Trik ini sangat dihindari oleh Rasulullah karena bisa menipu pembeli.Rasulullah tidak pernah menjual produk yang kualitasnya rendah atau tidak pantas dijual. Dengan begitu, Rasulullah dapat selalu menjaga mutu barang-barang yang dijualnya. Disamping itu, Rasulullah selalu mengelompokkan harga barang sesuai dengan kualitasnya.

 

Tidak boleh menjelekkan bisnis orang lain

            Karena prinsip berbisnis adalah memuaskan pelanggan, bukan mematikan bisnis orang lain. Anda tidak perlu juga mengatakan bahwa bisnis si A lebih jelek dari pada bisnis Anda sendiri. Anda harus menonjolkan kualitas produk Anda, dan biarkan pelanggan yang menilai. Karena rejeki sudah ada yang mengatur bukan?

 

Bisnis tidak boleh mengganggu ibadah

            Kebanyakan orang berdagang atau bekerja terlalu keras sehingga lupa waktu sholat dan bahkan lupa untuk membayar zakat. Usahakan Anda selalu menyempatkan waktu untuk sholat dan membayar zakat.

 

III.            Cara Berbisnis Agar Lancar Non Materi

            Dalam membangun sebuah bisnis terdapat beberapa hal yang harus dilakukan supaya bisnis tetap lancar. Sebagaimana kita ketahui selain bermodalkan materi, dalam membangun sebuah bisnis dibutuhkan juga modal non-materi.beberapa hal yang dibutuhkan dalam membangun bisnis dalam kategori modal non-materi; sebagai berikut:

Kejujuran untuk Kepercayaan
       Kejujuran dalam dunia bisnis sangat diperlukan, ibarat sebuah rumah, kejujuran adalah pondasi. Saya katakan pondasi karena disini berarti tanpa modal kejujuran, sebuah bisnis akan runtuh dan tidak bertahan lama. Sudah barang tentu dari jaringan bisnis, baik partner maupun customer (pelanggan) akan merasa

Jeli Melihat Peluang Pasar

            Dalam sebuah bisnis dibutuhkan pula kejelian melihat pasar. Analisis pasar yang dimaksud disini yaitu bagaimana kita mampu menembus peta pasar yang kita bidik, misalkan kita bergerak dalam bidang bisnis penjualan komputer, kita harus mampu menelusuri daerah mana saja yang memang berpeluang untuk kita promosikan produk kita, baik harga maupun peluang pelanggan.
Membangun Jaringan

            Dalam hal ini kita juga harus bisa melihat posisi harga per-daerah yang menjadi sasaran produk kita, ambil contoh disuatu daerah yang banyak berdiri toko komputer&aksesories, kita harus bisa memainkan harga dibawah standar toko lain. Bisa juga dalam hal lain kita bisa memainkan promosi produk dengan memberikan bonus-bonus ataupun doorprice dalam rangka menarik pelanggan.

 

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar