Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Jumat, 29 Mei 2015

BAB 6 - MENGENALI PELUANG DAN MEMILIH JENIS USAHA

Mengenali Peluang dan Memilih Jenis Usaha



Add caption





-        Pengantar : Kisah-kisah sukses tukul, pesan delivery, dan Matsushita
Dunia ini penuh dengan peluang dan tantangan,bahkan tuhan pun telah mengingatkan kepada umat manusia bahwa di dalam masalah atau tantangan yang kita hadapi maka di situ pula sebenarnya ada kemudahan atau peluang untuk mencapai kesuksesan.

Warung Aji Mumpung dan Fenomena Tukul

 Tukul berhasil dengan kerja keras dan perjalanan hidup yang berliku, dan ada saja yang memanfaatkannya sebagai sebuah peluang. Fenomena tukul menjadi terkenal, tidak datang begitu saja. Dengan berbekal uang kiriman temannya dan sebuah alamat , Tukul pergi ke Jakarta. Tukul bertemu dengan Alex Sukamto saat mencoba peruntungannya dijakarta. Bekal yang Tukul miliki hanya melawak dan kerja keras.

Keinginan keras Tukul kini terbukti, namun kesuksesannya tersebut tidak didapat begitu saja, melainkan melalui berbagai rintangan dan pengalaman-pengalaman pahit, yang sebenarnya seua itu adalah proses menuju keberhasilan.

Beno Pranata “Pesan Delivery”

Beno Pranata berbisnis dengan ide brilian, yaitu menangkap peluang bisnis jasa kurir boga dengan nama “Pesan Delivery”. Beno dan kawan-kawannya membuat katalog daftar menu dan restoran yang ada di Jakarta. Harapannya, jika katalog itu mendapat respons yang bagus dari konsumen, maka resto yang tercantum didalamnya mau diajak bermitra.

Katalog Pesan Delivery yang diedarkan cukup banyak direspon orang, akibatnya tidak sedikit resto yang menawarkan diri menjadi mitra.

Matshushita Pendiri Matsushita Electric Ltd.

Matshushita menceritakan bahwa pada saat Jepang dilanda krisis ekonomi, ia tetap bersikap optimis dan berpikir positif. Dia tetap saja melakukan kegiatan yang dilakukannya sebelum krisis ekonomi  terjadi.
Sebagai wirausahawan, Matshushita tidak pernah panik sekalipun menghadapi krisis. Sikapnya biasa-biasa saja, seolah-olah seperti tidak ada krisis. Matshushita tetap optimis dengan bisnisnya.

Kesulitan ekonomi jangan kita jadikan alasan untuk tidak memulai sesuatu atau mengembangkan bisnis. Oleh karena itu, sebaiknya kita mencari start sejak awal untuk memulai atau mengembangkan bisnis yang prospektif di masa depan. Pada kondisi ekonomi yang demikian, wirausahawan perlu mengembangkan kecerdasan emosionalnya untuk mampu melihat peluang bisnis yang ada di sekitarnya. Wiraahawan yang cerdas emosinya harus memiliki “intuisi’ yang tajam dan mampu mengenali sebuah peluang yang tidak dilihat orang lain.

Setiap wirausahawan harus dapat menciptakan sebuah nilai dengan cara mengubah semua tantang menjadi peluang melalui ide-ide dan akhirnya menjadi pengendali usaha. Semua tantangan bisa menjadi peluang apabila terdapat inovasi. Banyak wirausahawan yang berhasil bukan atas pengembangan ide sendiri, melainkan hasil dari pengamatan dan penerapan ide-ide orang lain yang bisa dijadikan peluang.


-        Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat

                            
Banyak pengusaha yang mengawali usahanya dalam situasi yang serba sulit, kondisi yang tidak pasti dan akhirnya frustasi, atau bahkan hanya menunggu dan tidak melakukan apapun.
Tidak perlu harus membuat usaha yang terlalu muluk-muluk. Cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya dengan mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita dengan cara melihat peluang dengan analisis SWOT ( strengths, weakness, opportunities, anda threats ). Berikut cara  sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT


  1. Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan.
  2.  Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu.
  3.  Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.
  4. Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur.


                                                                      Analisis SWOT
                                    
Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi di sekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misal :
a.       Mengenali kebutuhan pasar.
b.      Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran.
c.       Memadukan bisnis-bisnis yang ada.
d.      Mengenali kecendrungan (tren) yang terjadi.
e.       Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat               menjadi bisnis yang luar biasa.
f.       Menggunakan asumsi-asumsi yang bar (tidak baku).



Melihat sumber ide bisnis yang sangat banyak, tidak mungkin kita dapat melaksanakan seluruhnya. Dibawah ini beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peuang bisnis yang tepat antara lain :
1.      Tentukan tujuan dan arah bisnis
2.      Buat daftar ide sebanyak-banyaknya yang menarik pikiran.
3.      Nilai kemampuan, kekuatan, karakteristik yang diperlukan untuk mencapai sukses dalam bisnis yang             anda lakukan.
4.      Buatlah tabel kriteria bisnis yang diperlukan, nilai dan pilih menurut tingkat kepentingannya.
5.      Bandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.
6.      Lakukan riset untuk menilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang.
7.      Pilih salah satu dari ide yang kemungkinan memiliki tingkat keberhasilan terbesar dan resiki terkecil.

-        Cara Memulai Bisnis



Banyak jalan memulai dan mencapai keberhasilan bisnis. Cara-cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukannya sendiri  maupun bersama teman-teman, adalah sebagai berikut :
1.      Memulai bisnis baru
2.      Membeli bisnis yang  sudah ada.
3.      Mengembangkan bisnis yang sudah ada.
4.      Memilih usaha franchise.


-        Bidang Usaha dan Jenis-jenis Badan Usaha

             


Diperlukan perjuangan dan ketekunan dalam menerjemahkan mimpi besar ke dalam tindakan nyata. Beberapa contoh bidang usaha yang menjadi pilihan para pemula atau wirausahawan baru adalah :
1.      Usaha di bidang makanan atau kuliner. Contoh: makanan pokok, es buah, kue-kue, dan lain-lain.
2.      Usaha pakaian dan perhiasan. Contoh : baju, celana, sepatu, sandal, jam tangan, cincin, dan lain-lain.
3.      Usaha yang terkait dengan tempat tinggal. Contoh : jual beli rumah, usaha renovasi rumah, perbaikan alat       rumah tangga, dan lain-lain.
4.      Usaha pendidikan. Contoh : seminar.
5.      Usaha yang terkait dengan rekreasi. Contoh : usaha sewa kendaraan, dan lain-lain.
6.      Usaha pendukung atau mempermudah orang lain menjalankan usaha.

Jenis usaha yang dapat dimasuki para wirausahawan :

1.      Pertanian, meliputi usaha pertanian, kehutanan, perikanan.
2.      Pertamabangan, meliputi usaha seperti galian pasir, tanah, batu.
3.      Pabrikasi, meliputi usaha industri perakitan dan sintesis.
4.      Konstruksi, meliputi usaha kontruksi bangunan, jembatan, pengairan.
5.      Perdagangan, meliputi usaha perdagang kecil (ritel), grosir, agen.
6.      Jasa keuangan, meliputi usaha perbankan, asuransi, dan koperasi.
7.      Jasa perorangan, meliputi usaha pangkas rambut, salon, penatu, fotokopi.
8.      Jasa pendidikan, meliputi lembaga pelatihan atau kursus-kursus.
9.      Jasa transportasi, meliputi pengankutan, pergudangan, dan distribusi barang.
10.  Jasa pariwisata, meliputi jasa biro perjalanan, pramuwisata.

Apabila kita ingin mendirikan suatu bisnis, maka kita akan memilih bentuk yang paling sesuai denga kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.  Berikut ini beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mendirikan organisasi bisnis adalah :
1.      Kebutuhan modal : seberpa banyak jumlah dana yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah usaha.
2.      Resiko : memperhitungkan resiko yang akan terjadi.
3.      Pengawasan : kemampuan pemilik usaha dalam melakukan pengawasan aktivitas bisnisnya.
4.      Kemampuan manajerial : keahlian yang harus dimiliki untuk merencanakan, mengendalikan, dan                     mengawasi usaha.
5.      Kebutuhan waktu : memiliki cukup waktu untuk mengoprasikan usaha dan mengarahkan para                       karyawannya.
6.      Pajak : pembayaran pajak yang harus dipenuhi sebagai konsekuensi menjalankan suatu kegiatan bisnis.

Dibawah ini beberapa bentuk badan hukum usaha di Indonesia dan beberapa pertimbangan untuk dapat memilih salah satu di antaranya yang paling tepat:

1.     Perusahaan perseorangan
Perusahaan perorangan merupakan perusahan yang dimiliki dan diselenggerakan oleh satu orang.

2.     Persekutuan
Persekutuan merupakan bentuk legal suatu bisnis yang dimiliki dua orang lebih untuk mencapai tujuan bisnis.
Dalam persekutuan terdapat dua macam kategori, yaitu sekutu umum dan sekutu terbatas.
a.       Sekutu umum yaitu sekutu yang terlibat secara aktif dalam pengelolaan usaha.
b.      Sekutu terbatas yaitu sekutu yang tidak terlibat secara aktif dalam pengelolaan usaha.

Persekutuan (firma )
Firma merupakan persekutuan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan suatu bisnis.

Persekutuan Komanditer (CV)
Persekutuan komanditer (CV) merupakan persukutuan antara dua orang atau lebih yang memiliki tujuan bersama untuk mendirikan usaha.

Persekutuan Lainnya

Joint Venture
Joint Venture merupakan suatu kerja sama antar perusahaan untuk saling memperkuat satu sama lain antara perusahaan yang melakukan kerja sama tersebut.

Sindikat
Sindikat merupakan kerja sama antara dua unit usaha untuk mencapai tujuan tertentu yang spesifik.

Kartel
Kartel merupakan persekutuan perusahaan-perusahaan di bawah suatu perjanjian untuk mencapai tujuan tertentu.

Holding Company
Holding Company terjadi bila ada suatu perusahaan dalam kondisi yang baik secara finansial kemudian membeli saham-saham dari perusahaan lain.

3.     Perseroan
Perseroan merupakan organisasi bisnis yang berbentuk badan hukum, di mana tanggung jawab dan kewajiban usaha terpisah dari pemilik modalnya.

4.     Koperasi
Koperasi merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum,sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan.


Sumber Referensi : Buku Kewirausahaan “Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar