Mengenali Peluang dan Memilih Jenis
Usaha
 |
| Add caption |
-
Pengantar
: Kisah-kisah sukses tukul, pesan delivery, dan Matsushita
Dunia ini penuh dengan peluang dan
tantangan,bahkan tuhan pun telah mengingatkan kepada umat manusia bahwa di
dalam masalah atau tantangan yang kita hadapi maka di situ pula sebenarnya ada
kemudahan atau peluang untuk mencapai kesuksesan.
Warung Aji Mumpung dan
Fenomena Tukul
Tukul berhasil dengan
kerja keras dan perjalanan hidup yang berliku, dan ada saja yang
memanfaatkannya sebagai sebuah peluang. Fenomena tukul menjadi terkenal, tidak
datang begitu saja. Dengan berbekal uang kiriman temannya dan sebuah alamat ,
Tukul pergi ke Jakarta. Tukul bertemu dengan Alex Sukamto saat mencoba
peruntungannya dijakarta. Bekal yang Tukul miliki hanya melawak dan kerja
keras.
Keinginan keras Tukul kini
terbukti, namun kesuksesannya tersebut tidak didapat begitu saja, melainkan
melalui berbagai rintangan dan pengalaman-pengalaman pahit, yang sebenarnya
seua itu adalah proses menuju keberhasilan.
Beno Pranata “Pesan
Delivery”
Beno Pranata berbisnis
dengan ide brilian, yaitu menangkap peluang bisnis jasa kurir boga dengan nama “Pesan
Delivery”. Beno dan kawan-kawannya membuat katalog daftar menu dan restoran
yang ada di Jakarta. Harapannya, jika katalog itu mendapat respons yang bagus
dari konsumen, maka resto yang tercantum didalamnya mau diajak bermitra.
Katalog Pesan Delivery yang
diedarkan cukup banyak direspon orang, akibatnya tidak sedikit resto yang
menawarkan diri menjadi mitra.
Matshushita Pendiri
Matsushita Electric Ltd.
Matshushita
menceritakan bahwa pada saat Jepang dilanda krisis ekonomi, ia tetap bersikap
optimis dan berpikir positif. Dia tetap saja melakukan kegiatan yang
dilakukannya sebelum krisis ekonomi
terjadi.
Sebagai
wirausahawan, Matshushita tidak pernah panik sekalipun menghadapi krisis. Sikapnya
biasa-biasa saja, seolah-olah seperti tidak ada krisis. Matshushita tetap
optimis dengan bisnisnya.
Kesulitan ekonomi jangan kita
jadikan alasan untuk tidak memulai sesuatu atau mengembangkan bisnis. Oleh karena
itu, sebaiknya kita mencari start sejak awal untuk memulai atau mengembangkan
bisnis yang prospektif di masa depan. Pada kondisi ekonomi yang demikian,
wirausahawan perlu mengembangkan kecerdasan emosionalnya untuk mampu melihat
peluang bisnis yang ada di sekitarnya. Wiraahawan yang cerdas emosinya harus
memiliki “intuisi’ yang tajam dan mampu mengenali sebuah peluang yang tidak
dilihat orang lain.
Setiap wirausahawan harus
dapat menciptakan sebuah nilai dengan cara mengubah semua tantang menjadi
peluang melalui ide-ide dan akhirnya menjadi pengendali usaha. Semua tantangan
bisa menjadi peluang apabila terdapat inovasi. Banyak wirausahawan yang
berhasil bukan atas pengembangan ide sendiri, melainkan hasil dari pengamatan
dan penerapan ide-ide orang lain yang bisa dijadikan peluang.
-
Mengenali
Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat
Banyak
pengusaha yang mengawali usahanya dalam situasi yang serba sulit, kondisi yang tidak pasti dan
akhirnya frustasi, atau bahkan hanya menunggu dan tidak melakukan apapun.
Tidak
perlu harus membuat usaha yang terlalu muluk-muluk. Cukup sederhana saja, tetapi prospeknya
bagus. Caranya dengan mengevaluasi lingkungan yang
ada di sekeliling kita dengan cara melihat peluang dengan analisis SWOT ( strengths, weakness, opportunities, anda
threats ). Berikut cara sederhana yang
dapat dilakukan dalam
menerapkan analisis SWOT
- Melihat
kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah
didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan.
- Melihat
kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang
sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu.
- Melihat
peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.
- Melihat
ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang
pendek, dan tidak terukur.

Banyak
cara untuk melihat peluang yang terjadi di sekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama
itu pula masih terdapat peluang yang dapat
kita manfaatkan, misal :
a. Mengenali
kebutuhan pasar.
b. Mengembangkan
produk yang telah ada di pasaran.
c. Memadukan
bisnis-bisnis yang ada.
d. Mengenali
kecendrungan (tren) yang terjadi.
e. Mewaspadai
segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni
dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
f. Menggunakan
asumsi-asumsi yang bar (tidak baku).
Melihat sumber ide bisnis yang
sangat banyak, tidak mungkin kita dapat melaksanakan seluruhnya. Dibawah ini
beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peuang bisnis yang tepat antara
lain :
1. Tentukan
tujuan dan arah bisnis
2. Buat
daftar ide sebanyak-banyaknya yang menarik pikiran.
3. Nilai
kemampuan, kekuatan, karakteristik yang diperlukan untuk mencapai sukses dalam
bisnis yang anda lakukan.
4. Buatlah
tabel kriteria bisnis yang diperlukan, nilai dan pilih menurut tingkat kepentingannya.
5. Bandingkan
dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.
6. Lakukan
riset untuk menilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang.
7. Pilih
salah satu dari ide yang kemungkinan memiliki tingkat keberhasilan terbesar dan
resiki terkecil.
Banyak
jalan memulai dan mencapai keberhasilan bisnis. Cara-cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memulai
bisnis (usaha), baik itu dilakukannya
sendiri maupun
bersama teman-teman, adalah sebagai berikut :
2. Membeli
bisnis yang sudah ada.
3. Mengembangkan
bisnis yang sudah ada.
4. Memilih
usaha franchise.
-
Bidang
Usaha dan Jenis-jenis Badan Usaha
Diperlukan perjuangan dan ketekunan
dalam menerjemahkan mimpi besar ke dalam tindakan nyata. Beberapa contoh bidang
usaha yang menjadi pilihan para pemula atau wirausahawan baru adalah :
1. Usaha
di bidang makanan atau kuliner. Contoh: makanan pokok, es buah, kue-kue, dan
lain-lain.
2. Usaha
pakaian dan perhiasan. Contoh : baju, celana, sepatu, sandal, jam tangan,
cincin, dan lain-lain.
3. Usaha
yang terkait dengan tempat tinggal. Contoh : jual beli rumah, usaha renovasi
rumah, perbaikan alat rumah tangga, dan lain-lain.
4. Usaha
pendidikan. Contoh : seminar.
5. Usaha
yang terkait dengan rekreasi. Contoh : usaha sewa kendaraan, dan lain-lain.
6. Usaha
pendukung atau mempermudah orang lain menjalankan usaha.
Jenis
usaha yang dapat dimasuki para wirausahawan :
1. Pertanian,
meliputi usaha pertanian, kehutanan, perikanan.
2. Pertamabangan,
meliputi usaha seperti galian pasir, tanah, batu.
3. Pabrikasi,
meliputi usaha industri perakitan dan sintesis.
4. Konstruksi,
meliputi usaha kontruksi bangunan, jembatan, pengairan.
5. Perdagangan,
meliputi usaha perdagang kecil (ritel), grosir, agen.
6. Jasa
keuangan, meliputi usaha perbankan, asuransi, dan koperasi.
7. Jasa
perorangan, meliputi usaha pangkas rambut, salon, penatu, fotokopi.
8. Jasa
pendidikan, meliputi lembaga pelatihan atau kursus-kursus.
9. Jasa
transportasi, meliputi pengankutan, pergudangan, dan distribusi barang.
10. Jasa
pariwisata, meliputi jasa biro perjalanan, pramuwisata.
Apabila
kita ingin mendirikan suatu bisnis, maka kita akan memilih bentuk yang paling sesuai denga kebutuhan
dan kemampuan yang dimiliki. Berikut ini beberapa pertimbangan yang harus
dilakukan sebelum mendirikan organisasi bisnis adalah
:
1. Kebutuhan
modal : seberpa banyak jumlah dana yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah
usaha.
2. Resiko
: memperhitungkan resiko yang akan terjadi.
3. Pengawasan
: kemampuan pemilik usaha dalam melakukan pengawasan aktivitas bisnisnya.
4. Kemampuan
manajerial : keahlian yang harus dimiliki untuk merencanakan, mengendalikan,
dan mengawasi usaha.
5. Kebutuhan
waktu : memiliki cukup waktu untuk mengoprasikan usaha dan mengarahkan para karyawannya.
6. Pajak
: pembayaran pajak yang harus dipenuhi sebagai konsekuensi menjalankan suatu kegiatan
bisnis.
Dibawah
ini beberapa bentuk badan hukum usaha di Indonesia dan beberapa pertimbangan untuk dapat memilih salah satu di
antaranya yang paling tepat:
1.
Perusahaan
perseorangan
Perusahaan
perorangan merupakan perusahan yang dimiliki dan diselenggerakan oleh satu
orang.
Persekutuan
merupakan bentuk legal suatu bisnis yang dimiliki dua orang lebih untuk
mencapai tujuan bisnis.
Dalam
persekutuan terdapat dua macam kategori, yaitu sekutu umum dan sekutu terbatas.
a. Sekutu umum
yaitu sekutu yang terlibat secara aktif dalam pengelolaan usaha.
b. Sekutu terbatas
yaitu sekutu yang tidak terlibat secara aktif dalam pengelolaan usaha.
Firma
merupakan persekutuan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan nama
bersama untuk menjalankan suatu bisnis.
Persekutuan Komanditer
(CV)
Persekutuan
komanditer (CV) merupakan persukutuan antara dua orang atau lebih yang memiliki
tujuan bersama untuk mendirikan usaha.
Joint
Venture merupakan suatu kerja sama antar perusahaan untuk saling memperkuat satu
sama lain antara perusahaan yang melakukan kerja sama tersebut.
Sindikat
merupakan kerja sama antara dua unit usaha untuk mencapai tujuan tertentu yang
spesifik.
Kartel
merupakan persekutuan perusahaan-perusahaan di bawah suatu perjanjian untuk
mencapai tujuan tertentu.
Holding
Company terjadi bila ada suatu perusahaan dalam kondisi yang baik secara
finansial kemudian membeli saham-saham dari perusahaan lain.
Perseroan
merupakan organisasi bisnis yang berbentuk badan hukum, di mana tanggung jawab
dan kewajiban usaha terpisah dari pemilik modalnya.
Koperasi
merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan
orang-orang atau badan hukum,sebagai usaha bersama berdasarkan asas
kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Sumber Referensi : Buku
Kewirausahaan “Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda”